Wakajati Jateng Lantik Kajari dan Asisten, Tegaskan Pentingnya Integritas dan Profesionalitas

Dalam dunia hukum yang semakin kompleks, integritas dan profesionalitas menjadi dua pilar penting bagi para pejabat yang menjalankan tugas di lingkungan Kejaksaan. Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jawa Tengah, Waito Wongateleng, SH, MH, menekankan pentingnya kedua nilai ini saat melantik sejumlah pejabat baru, khususnya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari). Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Pentingnya Integritas dalam Jabatan
Waito Wongateleng menyampaikan pesannya dengan tegas setelah pelantikan dan pengambilan sumpah para pejabat di Kantor Kejaksaan Tinggi Jateng, Semarang, pada tanggal 13 Agustus. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi merupakan kepercayaan dari negara dan masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.
Dalam pandangannya, para pejabat yang baru dilantik telah terpilih berdasarkan kompetensi dan kualitas yang dibutuhkan untuk mendorong serta mengoptimalkan kinerja masing-masing satuan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan mereka bukan tanpa alasan, melainkan melalui proses yang mempertimbangkan kemampuan dan integritas.
Menangani Korupsi dengan Tanggung Jawab
Salah satu fokus utama yang ditekankan oleh Wakajati kepada para Kajari adalah keberanian dalam menangani kasus korupsi yang bersifat strategis. Ia mengingatkan agar mereka tidak hanya menunggu perintah dari atas, tetapi harus proaktif dalam menangani perkara yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan keuangan negara.
- Berani menghadapi perkara korupsi di wilayah masing-masing.
- Melaksanakan tugas dengan profesionalisme.
- Menjaga tanggung jawab terhadap masyarakat.
- Memastikan tidak ada penanganan yang diskriminatif.
- Mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk penanganan kasus.
“Pemerataan penanganan korupsi tidak seharusnya terfokus hanya di tingkat Kejati. Para Kajari harus menunjukkan keberanian dan tanggung jawab dalam menangani perkara strategis di daerah mereka,” tegasnya kembali.
Adaptasi dengan Dinamika Daerah
Selain keberanian, Waito juga menekankan pentingnya para Kajari untuk cepat beradaptasi dengan kondisi dan dinamika daerah masing-masing. Setiap permasalahan yang muncul harus dapat diidentifikasi dengan tepat dan proporsional agar penanganannya dapat dilakukan secara efektif.
“Dalam menghadapi berbagai persoalan, penting bagi kita untuk bersikap responsif. Setiap Kajari harus mampu memahami situasi dan bertindak dengan cepat,” ujarnya.
Pola Penegakan Hukum yang Tenang
Waito Wongateleng juga memberikan arahan tentang penegakan hukum yang tidak menimbulkan kegaduhan. Ia menyarankan agar penegakan hukum dilakukan dengan cara yang tenang, terukur, dan tidak menciptakan situasi yang kontraproduktif.
“Penting untuk menjaga suasana yang kondusif dalam penegakan hukum. Hal ini tidak hanya menguntungkan bagi pihak penegak hukum, tetapi juga bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Sinergitas dengan Forkopimda
Dalam kesempatan itu, Wakajati juga menyampaikan pentingnya membangun sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sinergitas ini diharapkan dapat menjaga stabilitas wilayah, namun tetap harus menjaga independensi dan marwah institusi Kejaksaan.
“Kerja sama dengan Forkopimda harus dilakukan dengan penuh penghormatan terhadap independensi institusi kita. Ini adalah kunci untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan publik,” ungkapnya.
Soliditas Internal Kejaksaan
Waito juga mengajak seluruh jajaran Kejati Jawa Tengah untuk memperkuat soliditas internal sebagai fondasi untuk membangun institusi yang kuat, profesional, dan berintegritas. Komunikasi yang baik di antara anggota menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.
“Kami perlu menjalin komunikasi yang efektif, saling menghormati, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Hindari sikap saling menjatuhkan yang dapat merusak keharmonisan,” tegasnya.
Menjaga Teladan Integritas
Pesan penting lainnya yang disampaikan oleh Waito adalah pentingnya menjaga teladan integritas, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Ia mengajak seluruh pejabat untuk menerapkan pola hidup sederhana, tegas, dan bertanggung jawab.
“Jaga integritas diri dan keluarga dengan cara hidup yang sederhana dan penuh tanggung jawab. Ini adalah contoh yang harus kita tunjukkan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Peningkatan Transparansi Publik
Untuk meningkatkan kepercayaan publik, Waito mendorong agar transparansi dalam bidang Intelijen diperkuat. Salah satu langkah yang diusulkan adalah publikasi capaian kinerja secara aktif dan berkala untuk memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat tentang apa yang telah dilakukan oleh Kejaksaan.
“Transparansi adalah kunci dalam membangun kepercayaan publik. Masyarakat berhak mengetahui capaian dan kinerja kita,” jelasnya.
Pengawasan Internal yang Ketat
Dalam aspek pengawasan, Wakajati meminta agar pengawasan internal diperketat. Ia menekankan pentingnya untuk memastikan tidak ada ruang bagi pegawai untuk menyalahgunakan kewenangan yang ada. Setiap indikasi pelanggaran harus ditangani secara tegas dan berjenjang.
“Kami tidak akan mentolerir pelanggaran. Setiap tindakan yang mencederai integritas institusi harus ditindaklanjuti dengan serius,” tegas Waito Wongateleng.
Dengan berbagai arahan dan harapan yang disampaikan, diharapkan para pejabat baru yang dilantik mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara. Integritas dan profesionalitas harus menjadi landasan dalam setiap langkah yang diambil, demi terciptanya keadilan dan penegakan hukum yang lebih baik di Jawa Tengah.
➡️ Baca Juga: Teknik Melatih Pernapasan Perut untuk Meredakan Serangan Panik Secara Efektif
➡️ Baca Juga: Prediksi Real Madrid vs Manchester City: Duel Panas di Bernabeu, City Lebih Difavoritkan




