Pesona 2026: UMKM Lamongan Memperluas Akses Pasar dan Meningkatkan Kelas Usaha

Pesta Hari UMKM Lamongan (PESONA) 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, hadir sebagai wadah yang sangat dibutuhkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dalam era di mana persaingan semakin ketat, inisiatif ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa UMKM tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang.
Pentingnya Pemasaran bagi UMKM
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran yang efektif adalah kunci bagi UMKM untuk naik kelas dan bersaing lebih baik di pasar. Ia menekankan bahwa agar produk-produk UMKM bisa dikenal dan disukai oleh konsumen, mereka harus mampu menarik perhatian dan membangun loyalitas pelanggan.
“Kunci keberhasilan pemasaran bagi UMKM adalah bagaimana produk dapat dikenal, disukai, dan dibeli, sehingga pelanggan kembali lagi untuk bertransaksi,” ungkapnya di Lamongan, Jawa Timur, pada hari Minggu.
Rangkaian Acara PESONA 2026
PESONA 2026 berlangsung di Kawasan Gajah Mada Lamongan pada tanggal 15 Agustus, bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Nasional. Acara ini diikuti oleh pelaku UMKM dari seluruh 27 kecamatan yang ada di Lamongan. Hal ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat dan pelaku usaha untuk terlibat dalam kegiatan yang memberikan kesempatan promosi ini.
Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat promosi, tetapi juga sebagai jembatan bagi pelaku UMKM untuk berinteraksi langsung dengan konsumen. Interaksi ini sangat penting, karena dapat membuka peluang pasar yang lebih besar dan memperkuat keberadaan produk lokal di benak masyarakat.
Dukungan Masyarakat Terhadap UMKM
Dalam kesempatan yang sama, Yuhronur juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam membeli dan mempromosikan produk-produk UMKM lokal. Ini adalah bentuk dukungan yang sangat berarti bagi keberlangsungan usaha masyarakat setempat, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah.
- Membeli produk lokal sebagai bentuk dukungan ekonomi.
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberadaan UMKM.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui interaksi langsung.
- Menjalin hubungan antara pelaku usaha dan konsumen.
- Meningkatkan keberagaman produk yang ditawarkan di pasar.
“Acara ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka. Mari kita meramaikan event ini dengan membeli dan mempromosikan UMKM di Kabupaten Lamongan,” ajaknya.
Ruang Promosi yang Beragam
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Lamongan, Anang Taufik, menjelaskan bahwa PESONA 2026 juga menyediakan berbagai agenda menarik, seperti kompetisi barista, fun run, jalan sehat, gowes, dan pasar murah. Agenda-agenda ini dirancang untuk menarik minat masyarakat sekaligus memberikan ruang promosi yang efektif bagi pelaku usaha.
Dengan adanya berbagai kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya sekadar berbelanja, tetapi juga dapat menikmati suasana yang meriah dan mendukung UMKM lokal dengan lebih antusias.
Statistik dan Pertumbuhan UMKM di Lamongan
Pemerintah Kabupaten Lamongan mencatat bahwa terdapat sekitar 111.310 unit UMKM yang beroperasi di daerah tersebut. Angka ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh sektor UMKM dalam berkontribusi terhadap perekonomian lokal. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk mendorong penguatan legalitas usaha, termasuk melalui fasilitasi pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal untuk produk-produk yang dihasilkan.
Hal ini sangat penting, karena legalitas usaha yang jelas akan memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Pertumbuhan Ekonomi Lamongan
Peningkatan kualitas dan legalitas UMKM menjadi bagian integral dalam pertumbuhan ekonomi Lamongan. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, ekonomi Lamongan tercatat tumbuh sebesar 5,40 persen pada tahun 2025, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan 4,81 persen pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa sektor UMKM berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
- UMKM menyumbang 19,71 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
- Sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 30-31 persen.
- Peningkatan kualitas produk UMKM dapat meningkatkan daya saing.
- Legalitas usaha yang jelas menambah kepercayaan konsumen.
- Sinergi antara pemerintah dan masyarakat penting untuk keberlanjutan UMKM.
Keberadaan UMKM di Lamongan bukan hanya sekadar pelengkap dalam struktur ekonomi, tetapi juga sebagai pilar yang kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. Dengan adanya berbagai dukungan dan promosi, diharapkan UMKM dapat berkembang lebih pesat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan semua upaya tersebut, diharapkan PESONA 2026 dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku usaha dengan masyarakat, serta menciptakan ekosistem yang mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan UMKM di Lamongan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar acara tahunan, tetapi sebuah langkah strategis untuk memperkuat posisi UMKM dalam perekonomian lokal dan nasional.
➡️ Baca Juga: HP dan Gadget Terbaru dengan Teknologi Refresh Rate Tinggi untuk Pengalaman Optimal
➡️ Baca Juga: Dewa United dan Bali United Terseok Meski Memiliki Skuad Mewah di Liga Sepak Bola Indonesia




