Pemprov Kaltim Dukung Gekrafs, Memperkuat Strategi Ekonomi Kreatif yang Lebih Efektif

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan dukungannya terhadap Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) dengan harapan agar organisasi ini dapat menjadi penggerak utama dalam pengembangan 21 subsektor ekonomi kreatif. Dengan keberadaan Gekrafs, diharapkan masyarakat dapat merasakan dampak positif dari program-program yang dijalankan, terutama dalam bidang ekonomi.
Pentingnya Ekonomi Kreatif bagi Kaltim
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menekankan bahwa ekonomi kreatif mencakup 21 subsektor dengan fokus unggulan yang sesuai dengan potensi daerah, seperti kuliner, kriya, fesyen, dan seni pertunjukan. Dukungan dari pemerintah sangat diperlukan untuk mengembangkan subsektor-sektor ini sehingga bisa memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kami percaya bahwa pengembangan sektor-sektor ini perlu didorong secara berkelanjutan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Etam,” ungkap Seno dalam acara yang digelar di Samarinda.
Harapan untuk Gekrafs Kaltim
Seno Aji mengharapkan agar program Gekrafs di Kaltim ke depannya lebih fokus dan tajam, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Ia juga menginginkan agar Gekrafs terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, sehingga dapat menciptakan sinergi yang positif antara pemerintah dan pelaku kreatif lokal.
Musyawarah Wilayah II Gekrafs Kaltim
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Musyawarah Wilayah (Muswil) II Gekrafs Kaltim yang berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kaltim, Jalan Milono, Samarinda. Muswil ini menjadi forum tertinggi bagi organisasi Gekrafs dan dihadiri oleh perwakilan dari enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang telah terbentuk di beberapa kabupaten dan kota.
Dalam acara tersebut, Seno Aji terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Gekrafs Kaltim untuk periode 2026–2031. Terpilihnya Seno diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi organisasi dan meningkatkan kinerjanya dalam mendukung pelaku ekonomi kreatif.
Pentingnya Data Usaha Kreatif
Setelah terpilih, Seno menginstruksikan kepengurusan yang baru untuk segera mengumpulkan dan merapikan data para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku kreatif di daerah. Hal ini dinilai penting sebagai langkah strategis dalam menyambut peluang yang akan hadir seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain itu, kepengurusan baru juga diminta untuk aktif mensosialisasikan hubungan antara gerakan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif, agar masyarakat lebih memahami dan terlibat dalam kedua aspek tersebut.
Komitmen Pemerintah untuk Ekonomi Kreatif
Seno Aji menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk memfasilitasi kolaborasi antara berbagai sektor, termasuk mendorong keterlibatan perusahaan swasta di Kaltim dalam pengembangan produk lokal. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan produk-produk lokal dapat lebih dikenal dan meningkatkan daya saing di pasar.
Perkembangan Gekrafs Kaltim
Ketua Gekrafs Kaltim periode 2022–2026, Aji Mohammad Mirza Ferdinand Hakim, melaporkan bahwa selama masa kepengurusannya, Gekrafs Kaltim telah berhasil membentuk enam DPC di beberapa wilayah, yaitu Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau.
Ke depan, kepengurusan yang baru ditargetkan untuk segera menyelesaikan pembentukan DPC di empat wilayah yang tersisa, yakni Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat, dan Mahakam Ulu, untuk memperkuat jaringan dan sinergi antar pelaku ekonomi kreatif di seluruh Kalimantan Timur.
Program Gekrafs dan Pendanaan
Mirza juga menekankan bahwa untuk menjalankan program-programnya selama periode 2022 hingga 2026, Gekrafs Kaltim tidak bergantung pada dukungan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sebaliknya, keberlangsungan program didasarkan pada swadaya dari pengurus dan kerjasama dengan berbagai pihak di luar pemerintahan.
Gekrafs sebagai Organisasi Non-Pemerintah
Gekrafs merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan non-pemerintah dan non-profit yang didirikan pada 22 Januari 2019 oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Sandiaga Uno. Organisasi ini berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong potensi ekonomi baru berbasis inovasi dan kreativitas, dengan tujuan mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Dengan dukungan dari pemerintah dan partisipasi masyarakat, Gekrafs diharapkan dapat berperan aktif dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur, serta memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Inflasi Meningkat, Prospek Pemangkasan Suku Bunga The Fed Terancam
➡️ Baca Juga: Alasan Skin Flooding Harus Menjadi Bagian Penting dari Rutinitas Perawatan Kulit Anda




