Memperluas Rumah Oksigen di Puskesmas untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan Warga

Di tengah tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat akibat kabut asap, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mengambil langkah proaktif dengan memperluas pengoperasian rumah oksigen di sejumlah Puskesmas di Kota Banjarbaru. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa warga yang membutuhkan dukungan oksigen dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan yang diperlukan. Dengan adanya rumah oksigen di tingkat puskesmas, diharapkan respon terhadap situasi darurat kesehatan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
Pemanfaatan Rumah Oksigen di Puskesmas
Kepala UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinkes Kalsel, Suriani Agreini Sagoba, menjelaskan bahwa pengaktifan rumah oksigen di puskesmas dimulai secara bertahap di wilayah Kota Banjarbaru. Proses ini direncanakan berlangsung beberapa hari ke depan guna memastikan bahwa semua fasilitas kesehatan tingkat pertama siap memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat.
Langkah Awal Pengaktifan
Penerapan langkah ini muncul setelah Dinkes Kalsel sebelumnya berhasil mendirikan rumah oksigen di posko pelayanan terpusat. Tujuan utama dari pengaktifan rumah oksigen ini adalah memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap, serta mendukung satuan tugas yang bertanggung jawab dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
- Puskesmas Guntung Manggis memiliki lima unit oksigen konsentrator.
- Puskesmas Sungai Besar juga dilengkapi dengan lima unit oksigen konsentrator.
- Puskesmas Landasan Ulin Timur menerima satu unit oksigen konsentrator tambahan.
- Pengaktifan rumah oksigen dilakukan secara bertahap.
- Dinkes Banjarbaru akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk pengaturan pengaktifan.
Koordinasi dan Pemantauan Kesiapan
Dalam pelaksanaan awal, tim Dinkes Kalsel melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kesiapan fasilitas di puskesmas yang terlibat. Misalnya, Puskesmas Guntung Manggis telah dilengkapi dengan lima unit oksigen konsentrator, yang siap digunakan untuk melayani pasien yang membutuhkan.
Puskesmas Sungai Besar juga menunjukkan kesiapan yang baik dengan menempatkan lima unit oksigen konsentrator di berbagai ruangan, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang Antenatal Care (ANC), ruang bersalin, dan ruang infeksius. Dengan pengaktifan rumah oksigen tersebut, Puskesmas Sungai Besar telah siap memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat yang membutuhkan.
Puskesmas Landasan Ulin Timur
Di Puskesmas Landasan Ulin Timur, satu unit oksigen konsentrator diserahkan dari Unit Krisis untuk mendukung pelayanan kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan oksigen, terutama dalam situasi darurat kesehatan yang mungkin terjadi akibat kabut asap.
Pengaturan dan Evaluasi Pelaksanaan
Kegiatan pengaktifan rumah oksigen ini juga akan didampingi oleh Dinkes Banjarbaru, yang berencana menerbitkan Surat Keputusan (SK) secara kolektif. SK ini akan mengatur pengaktifan rumah oksigen di seluruh puskesmas. Evaluasi pelaksanaan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa layanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Suriani menjelaskan bahwa pengaktifan rumah oksigen di puskesmas merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan. Dengan adanya rumah oksigen ini, diharapkan masyarakat yang terkena dampak dapat segera mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, tanpa harus dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, yang seringkali memakan waktu dan sumber daya lebih banyak.
Tujuan Utama Pelayanan
“Tujuan utama dari pengaktifan rumah oksigen ini adalah untuk memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan cepat,” tegas Suriani. Dengan langkah ini, diharapkan setiap puskesmas dapat berperan aktif dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.
Pengembangan Lanjutan ke Daerah Lain
Setelah pengaktifan rumah oksigen di Kota Banjarbaru, Dinkes Kalsel berencana untuk melanjutkan kegiatan ini ke Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di tingkat puskesmas siap digunakan dan mampu menyediakan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan perluasan rumah oksigen di puskesmas, Dinkes Kalsel berharap dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Melalui upaya ini, diharapkan dampak negatif akibat kabut asap dapat diminimalisir, terutama bagi warga yang rentan terhadap masalah pernapasan.
Peran Masyarakat dan Kesiapsiagaan
Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam melaporkan kondisi kesehatan mereka, terutama jika mengalami gejala yang berkaitan dengan pernapasan. Kesiapsiagaan yang baik dari masyarakat dan pemerintah akan sangat menentukan efektivitas layanan kesehatan yang disediakan melalui rumah oksigen di puskesmas.
- Aktif melaporkan kondisi kesehatan kepada puskesmas.
- Menerapkan langkah pencegahan terhadap kabut asap.
- Ikut serta dalam program-program kesehatan yang diadakan.
- Berpartisipasi dalam kegiatan edukasi kesehatan.
- Mendukung upaya pemerintah dalam penanganan karhutla.
Dengan adanya rumah oksigen di puskesmas, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan responsif. Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan layanan kesehatan di daerah lain, terutama dalam menghadapi situasi darurat kesehatan yang serupa.
➡️ Baca Juga: DKI Jakarta Berpeluang Miliki Pergub soal Penanganan Perundungan
➡️ Baca Juga: Berita Olahraga Terkini tentang Liga Dunia dan Kompetisi Bergengsi yang Perlu Anda Ketahui




