pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

Korban KM Virgo Transport 8 Mengungkap Suara Keras Sebelum Kapal Terbalik

Jakarta – Kesaksian mengerikan datang dari salah satu penumpang selamat KM Virgo Transport 8, Salihin, yang berbagi pengalaman mengerikan saat kapal tersebut terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Dalam wawancaranya, Salihin mengungkapkan bahwa sebelum insiden tragis itu terjadi, ia mendengar suara keras yang berasal dari badan kapal beberapa kali. Suara tersebut terdengar saat ia berusaha beristirahat di dalam kapal. Suara benturan pertama kali muncul sekitar pukul 23.00 WITA, dan kemudian kembali terdengar menjelang tengah malam.

Detik-detik Menegangkan Sebelum Kapal Terbalik

Salihin menceritakan, “Dari jam 11 sudah bunyi, bunyinya ‘dagg..’ gitu, entah apa yang jatuh, saya enggak tau karena saya penumpang di atas. Saya tiba-tiba kaget, orang lagi bangun tidur. Habis itu, bunyi lagi sekitar jam 12 atau berapa gitu, sudah agak sadar, bunyi lagi ‘dagg..’ posisi lampu masih menyala.” Suara-suara ini menjadi pertanda yang menegangkan sebelum kapal beralih ke situasi berbahaya.

Setelah mendengar beberapa suara benturan, Salihin merasakan kapal mulai miring. Dalam keadaan panik, ia berusaha menyelamatkan diri dengan mengenakan pelampung keselamatan. Ia kemudian mencari tempat aman di bagian buritan kapal yang telah terbalik. Dalam kondisi yang penuh ketakutan, Salihin berjuang untuk tetap berada di atas badan kapal hingga akhirnya ia ditemukan dan dievakuasi oleh tim penyelamat. Menariknya, Salihin juga mencatat bahwa tidak ada alarm peringatan yang berbunyi ketika kapal mulai menghadapi masalah. Suara yang paling ia ingat hanyalah hempasan ombak yang menghempas di sekitar kapal.

Kondisi Setelah Evakuasi

Setelah proses evakuasi, Salihin dan penumpang selamat lainnya ditempatkan sementara di sebuah penginapan di Banjarmasin. Saat ini, mereka masih menunggu kepastian mengenai pemulangan ke daerah asal masing-masing. Salihin mengungkapkan keinginannya untuk segera kembali ke Cilacap agar dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. Namun, pengalaman traumatis dari kejadian kapal terbalik ini masih membekas di dalam dirinya. Ia juga tidak dapat langsung menghubungi keluarganya karena kehilangan alat komunikasi saat berusaha menyelamatkan diri, sehingga keluarganya belum menerima kabar darinya setelah insiden tersebut.

KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak

KM Virgo Transport 8, yang mengoperasikan rute Surabaya-Banjarmasin, dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, pada hari Minggu, 13 September 2026. Kapal tersebut mengangkut 243 orang, yang terdiri dari penumpang, awak kapal, dan nakhoda. Tim SAR Banjarmasin menerima informasi tentang hilangnya kontak kapal sekitar pukul 04.10 WIB, dan segera bergerak menuju Dermaga Basarnas Basirih untuk mempersiapkan operasi pencarian dan pertolongan.

Operasi SAR dimulai dengan keberangkatan KN SAR Laksmana menuju lokasi kejadian sekitar pukul 05.30 WITA. Dari informasi yang didapat, lokasi kapal berada pada koordinat 4°31’51.82″S 114°2’6.88″E, dengan arah haluan 203,94 derajat. Lokasi tersebut berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih. Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap penumpang yang ditemukan di beberapa titik.

Proses Evakuasi dan Data Korban

Pembaruan awal dari operasi SAR menunjukkan sejumlah korban berhasil dievakuasi menggunakan beberapa kapal. Namun, data mengenai jumlah total korban selamat dan meninggal dunia masih perlu disesuaikan dengan informasi resmi dari tim gabungan. Dalam laporan awal, TB Mauhaw IX berhasil mengevakuasi 16 orang, terdiri dari 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Selain itu, TB TCP juga melaporkan mengevakuasi 38 orang dalam kondisi selamat. MV Haida turut berkontribusi dalam proses evakuasi dengan membawa sejumlah korban selamat ke lokasi yang telah ditentukan dalam operasi SAR.

  • KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang.
  • Operasi pencarian dimulai pukul 04.10 WIB.
  • Tim SAR menggunakan KN SAR Laksmana untuk menuju lokasi.
  • Evakuasi dilakukan di beberapa titik oleh tim gabungan.
  • Data awal menunjukkan 15 orang selamat dan satu orang meninggal.

Harapan dan Trauma Korban

Proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung, dengan informasi terbaru mengenai jumlah korban, kondisi kapal, serta penyebab pasti KM Virgo Transport 8 terbalik masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang. Salihin dan korban selamat lainnya berharap proses pemulangan dapat segera dilakukan. Trauma yang mereka alami akibat kejadian ini menjadi beban psikologis yang sulit dilupakan. Salihin menekankan pentingnya komunikasi dengan keluarganya, yang semakin sulit mengingat kondisi yang mereka alami saat insiden terjadi. Ia ingin segera meninggalkan lokasi pengungsian dan kembali ke pelukan keluarga setelah melewati pengalaman yang sangat menegangkan di laut.

Insiden KM Virgo Transport 8 menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait, terutama dalam hal keselamatan pelayaran. Kejadian seperti ini harus ditanggapi dengan serius agar tidak terulang di masa depan. Para penumpang dan awak kapal berhak mendapatkan perlindungan yang memadai saat berada di perairan. Kini, semua pihak berharap agar kejadian serupa tidak lagi menimpa orang-orang yang mencari transportasi laut untuk berpergian.

➡️ Baca Juga: Restoran Sunda Menjadi Destinasi Utama Pemudik di Jalur Selatan yang Layak Dikunjungi

➡️ Baca Juga: Indie Games Baru Seperti Slay the Spire 2 dan Scott Pilgrim EX yang Harus Anda Coba

Related Articles

Back to top button