Agrinas Palma Berkolaborasi dengan BSSN Dalam Melindungi Data dan Infrastruktur Digital

Jakarta – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) telah menjalin kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat keamanan siber serta perlindungan data perusahaan, sejalan dengan pengembangan sistem operasional berbasis digital. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko terkait keamanan informasi dan meningkatkan kesiapan infrastruktur teknologi yang dimiliki oleh perusahaan.
Diskusi Dalam Rangka Meningkatkan Keamanan Digital
Langkah strategis ini dibahas dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di Menara Agrinas Palma, Jakarta, pada Jumat (9/10/2026). Pertemuan ini menjadi wadah diskusi mengenai kebutuhan pengamanan sistem digital, termasuk pemanfaatan layanan keamanan siber yang disediakan oleh BSSN.
Dalam FGD tersebut, Direktur Kemitraan dan Plasma Agrinas Palma, Seger Budiarjo, hadir bersama tim manajemen perusahaan. BSSN diwakili oleh Direktur Keamanan Siber dan Sandi Energi dan Sumber Daya Alam, Asri Setyowati, beserta stafnya.
Perlunya Penguatan Keamanan Informasi
Seger Budiarjo menjelaskan bahwa penguatan keamanan informasi sangat penting mengingat semakin luasnya area operasional dan berkembangnya aktivitas bisnis yang dijalankan oleh Agrinas Palma. Saat ini, perusahaan tengah mengembangkan sistem operasional dan infrastruktur digital untuk mendukung pengelolaan kebun, pengolahan hasil pertanian, hingga pengembangan hilirisasi dan bioenergi.
“Dengan meluasnya wilayah operasional dan peningkatan kegiatan bisnis Agrinas Palma, kebutuhan terhadap infrastruktur teknologi informasi yang dapat diandalkan dan aman menjadi semakin mendesak. Kami berharap kolaborasi dengan BSSN dapat membantu dalam mengidentifikasi berbagai elemen yang perlu diperkuat, khususnya dalam hal keamanan siber, sehingga proses digitalisasi perusahaan dapat dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan,” ujar Seger dalam keterangan resminya pada Senin (12/10/2026).
Asesmen Kematangan Siber dan Layanan Kriptografi
Salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah asistensi penilaian mandiri menggunakan Indeks Kematangan Keamanan Siber (IKAS). Instrumen ini dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengenali tingkat kesiapan keamanan siber dan mengidentifikasi aspek-aspek yang masih memerlukan perbaikan.
Hasil dari penilaian ini akan menjadi panduan bagi perusahaan untuk menentukan prioritas dalam memperkuat sistem keamanan informasi. Dengan demikian, pengembangan teknologi tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional, tetapi juga pada mitigasi risiko yang mungkin muncul dalam pengelolaan data dan sistem digital.
Pemanfaatan Sertifikasi Elektronik dan Kriptografi
Selain penilaian kematangan keamanan siber, Agrinas Palma dan BSSN juga membahas potensi pemanfaatan sertifikasi elektronik serta layanan kriptografi. Kedua aspek ini sangat berkaitan dengan keabsahan dokumen elektronik, keamanan jalur komunikasi, dan perlindungan informasi strategis perusahaan.
- Keabsahan dokumen elektronik
- Keamanan komunikasi data
- Perlindungan informasi sensitif
- Peningkatan kepercayaan stakeholder
- Pengembangan infrastruktur digital yang aman
Bagi perusahaan yang beroperasi di berbagai wilayah, keamanan informasi merupakan pilar penting untuk memastikan kelancaran pertukaran data dan koordinasi aktivitas operasional sehari-hari.
Dukungan BSSN dan Nota Kesepahaman
Asri Setyowati, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Energi dan Sumber Daya Alam BSSN, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Agrinas Palma untuk meningkatkan kesiapan keamanan siber. Ia menekankan bahwa perlindungan informasi harus sejalan dengan transformasi digital agar operasional perusahaan tetap berkelanjutan.
“BSSN mendukung langkah-langkah yang diambil Agrinas Palma dalam memperkuat keamanan siber sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan operasional dan perlindungan informasi perusahaan. Melalui kolaborasi ini, kami berharap bisa membantu meningkatkan kesiapan, mengidentifikasi potensi risiko, serta memperkuat sistem keamanan informasi agar transformasi digital perusahaan dapat berlangsung dengan aman dan berkelanjutan,” terang Asri.
Pertemuan ini juga membahas rencana nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai landasan resmi untuk pengembangan kerja sama antara kedua belah pihak. Ruang lingkup yang dibahas mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber, asesmen sistem informasi, serta perlindungan infrastruktur digital yang vital.
➡️ Baca Juga: Kenalkan Peluang Investasi untuk Gen Z di Jakarta Agar Makin Cerdas Finansial
➡️ Baca Juga: Duta Sheila on 7 Gelar Pertunjukan di Taiwan dan Menarik Perhatian Netizen



