Stabilitas Harga BBM Subsidi Jelang Lebaran Dijamin Pemerintah, APBN Siap Tangkal Goncangan Harga Minyak Dunia

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, pemerintah menjamin tidak ada peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga perayaan Lebaran. Hal ini disampaikan ditengah kegelisahan masyarakat akan naiknya harga minyak mentah dunia. Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam keadaan stabil dan mampu menghadapi dampak negatif dari kenaikan harga minyak dunia. Ia menambahkan bahwa perhitungan APBN masih berlandaskan asumsi harga minyak mentah sebesar US$ 70 per barel.
“Kondisi kita masih terjaga, masih kuat. Kenaikan harga minyak baru berlangsung beberapa hari. Kami memiliki perhitungan anggaran selama satu tahun dengan asumsi 70 dolar AS per barel. Oleh karena itu, dampak kenaikan harga selama beberapa hari ini belum cukup berarti untuk mengubah struktur anggaran kita,” ujar Purbaya setelah mengikuti acara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/3/2026).
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, memperkuat pernyataan tersebut. Bahlil menyatakan bahwa mereka telah melakukan koordinasi yang intens dengan Kementerian Keuangan untuk membahas dampak dari naiknya harga minyak dunia terhadap subsidi energi. Hasilnya, disepakati bahwa tidak ada rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat.
“Saya bisa memastikan kepada masyarakat bahwa terkait subsidi BBM, hingga Hari Raya Idul Fitri, Insyaallah tidak ada kenaikan harga. Negara hadir untuk memastikan bahwa meski ada kenaikan harga minyak mentah dunia, subsidi tetap sama, tidak ada kenaikan harga untuk minyak subsidi,” tegas Bahlil.
Lebih jauh, Bahlil mengajak masyarakat untuk tidak panik dan melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying). Dia menjamin bahwa pasokan BBM di seluruh wilayah Indonesia dalam kondisi yang aman dan mencukupi. Cadangan BBM nasional saat ini berada pada level 21-25 hari dan akan terus diperbarui secara berkala.
“Saya menyarankan dan meminta dengan hormat kepada masyarakat untuk tidak perlu ada panic buying karena stok BBM kita sangat cukup. Yang dimaksud dengan 21 hari sampai 25 hari itu adalah kapasitas penyimpanan (storage) kita. Tapi, perlu dipahami bahwa proses pengisian dan pengeluaran BBM terus berjalan. Industri kita beroperasi secara berkelanjutan,” jelas Bahlil.
Pemerintah sangat memahami kekhawatiran masyarakat terkait potensi kenaikan harga BBM, terlebih menjelang Hari Raya Lebaran yang biasanya diikuti dengan peningkatan mobilitas dan kebutuhan transportasi. Untuk itu, pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar dapat meringankan beban ekonomi masyarakat.
Strategi Pemerintah Menjaga Ketahanan Energi
Selain menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi, pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan ketahanan energi nasional melalui berbagai st
➡️ Baca Juga: Satgas PRR Pascabencana Sumatera Laporan 1.872 KK Masih Tinggal di Tenda Pengungsian
➡️ Baca Juga: Jadwal Peluncuran Film Na Willa: Informasi Terkini dan Akurat




