15 Oleh-Oleh Khas Balikpapan yang Wajib Dibawa Pulang Saat Berkunjung

Terletak di pesisir timur Kalimantan, Balikpapan dikenal luas sebagai pusat industri minyak dan gas nasional. Namun, di balik kesibukan ekonominya, kota yang dijuluki Banua Patra ini memiliki kekayaan budaya dan kuliner yang patut diperhitungkan. Jika Anda merencanakan perjalanan ke kota ini, ada sejumlah oleh-oleh khas Balikpapan yang wajib Anda bawa pulang sebagai kenang-kenangan. Apa saja itu? Mari kita simak!
Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Balikpapan Terpopuler
Beragam pilihan oleh-oleh mulai dari makanan, produk kesehatan, hingga aksesoris menanti untuk Anda bawa pulang dari Balikpapan. Berikut adalah beberapa oleh-oleh khas yang paling populer dan direkomendasikan untuk Anda pilih sebagai buah tangan.
1. Amplang
Ketika berbicara tentang oleh-oleh khas Balikpapan, Amplang adalah salah satu yang paling dikenal oleh masyarakat lokal. Camilan renyah ini terbuat dari ikan tenggiri segar dan telah menjadi bagian dari identitas kuliner kota ini selama bertahun-tahun. Nama “Amplang” sendiri berasal dari suara “plang” yang dihasilkan saat kerupuk ini digigit.
Amplang tradisional umumnya hadir dalam rasa original yang gurih, tetapi kini telah berinovasi dengan berbagai rasa seperti balado, keju, dan barbeque. Proses pembuatannya masih menggunakan metode tradisional, di mana ikan segar dihaluskan, dicampur dengan tepung tapioka, dan digoreng dalam minyak panas untuk menjaga kualitas serta cita rasanya yang autentik.
Harga Amplang bervariasi, mulai dari Rp25.000 hingga Rp150.000 per kemasan, tergantung pada ukuran dan mereknya.
2. Abon Kepiting
Dengan lokasinya yang strategis di tepi laut, Balikpapan menawarkan akses langsung ke sumber daya laut yang melimpah. Abon Kepiting menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat setempat memanfaatkan bahan baku berkualitas tinggi menjadi produk yang praktis dan tahan lama.
Berbeda dari abon sapi atau ayam yang lebih umum, abon kepiting memiliki cita rasa yang unik—cenderung gurih dengan sentuhan manis dan aroma seafood yang khas, namun tidak amis. Abon ini sangat pas untuk ditaburkan di atas nasi hangat, mie instan, atau sebagai isian roti. Daya tahannya yang bisa mencapai satu bulan dalam kemasan kedap udara menjadikannya pilihan ideal untuk dibawa dalam perjalanan. Anda bisa menemukan produk ini di berbagai pusat oleh-oleh di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.
3. Bingka Kentang
Kue tradisional ini mungkin tampak sederhana, namun rasanya yang lezat mampu memikat siapa saja yang mencobanya. Bingka Kentang adalah kue basah yang terbuat dari campuran kentang parut, telur, santan, dan gula. Teksturnya yang lembut dan legit menjadikannya pilihan favorit untuk menemani waktu minum kopi atau teh.
Saat ini, Bingka Kentang hadir dengan berbagai varian rasa modern seperti pandan, cokelat, keju, dan bahkan matcha. Meskipun demikian, varian original dengan aroma kentang alami tetap menjadi favorit bagi pencinta cita rasa klasik. Kue ini dapat bertahan 2-3 hari pada suhu ruang, sehingga cukup ideal untuk dibawa bepergian.
4. Roti Mantau
Roti Mantau merupakan simbol akulturasi budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad di Balikpapan. Roti kukus ini memiliki tekstur lembut di bagian dalam dengan permukaan yang sedikit kenyal. Dulunya, Roti Mantau disajikan sebagai pendamping hidangan berkuah, namun kini telah berevolusi menjadi camilan mandiri yang populer.
Varian terbaru Roti Mantau kini memiliki isian ragout ayam, cokelat, dan kacang merah. Beberapa toko roti terkemuka di Balikpapan juga telah mengembangkan produk ini dengan kemasan yang lebih modern dan menarik.
5. Lempok Durian
Bagi para pencinta durian, Lempok adalah oleh-oleh khas Balikpapan yang tidak boleh Anda lewatkan. Manisan tradisional ini terbuat dari daging durian yang dimasak dengan gula hingga mengental dan berwarna kecoklatan. Proses pembuatannya memakan waktu berjam-jam untuk mendapatkan tekstur kenyal dan rasa yang sangat pekat.
Lempok Durian Balikpapan terkenal berkat penggunaan varietas durian lokal yang memiliki aroma kuat tanpa terlalu menyengat. Produk ini biasanya disajikan dalam bentuk batangan yang dibungkus dengan daun pisang atau kemasan plastik. Selain bisa dinikmati langsung, Lempok juga dapat dijadikan isian kue atau campuran minuman.
6. Peyek Kepiting
Peyek mungkin bukan makanan eksklusif Balikpapan, tetapi Peyek Kepiting adalah variasi yang hanya bisa ditemukan di kota-kota pesisir dengan hasil laut yang melimpah. Camilan ini terbuat dari adonan tepung beras yang dicampur dengan daging kepiting cincang, kemudian digoreng tipis hingga renyah.
Rasa gurih dan aroma seafood yang khas dari Peyek Kepiting akan langsung menggoda selera. Produk ini tersedia dalam berbagai tingkat kepedasan, dari original hingga ekstra pedas bagi Anda yang menyukai tantangan rasa yang berbeda.
7. Kopi Balikpapan
Industri kopi lokal di Balikpapan telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kopi yang dibudidayakan di dataran tinggi sekitar Balikpapan terkenal dengan cita rasa kuat dan tingkat keasaman yang seimbang. Karakteristik ini dihasilkan dari tanah vulkanik dan iklim tropis yang ideal untuk pertumbuhan kopi arabika maupun robusta.
Beberapa merek kopi lokal kini menawarkan kemasan yang lebih praktis dan estetis, mulai dari pouch, sachet premium, hingga drip bag yang sangat cocok untuk dibawa bepergian. Kopi Balikpapan adalah pilihan sempurna bagi Anda yang ingin membawa pulang kenangan rasa dari kota ini.
8. Sirup Markisa
Markisa merupakan buah tropis yang melimpah di Kalimantan Timur. Sirup markisa khas Balikpapan terbuat dari ekstrak buah asli tanpa tambahan pemanis buatan, menghasilkan rasa manis asam yang alami dan menyegarkan. Sirup ini dapat dinikmati dengan mencampurkannya dengan air dingin, air soda, atau sebagai campuran mocktail.
Keunggulan sirup markisa sebagai oleh-oleh adalah daya tahannya yang relatif lama serta kemasan yang praktis. Produk ini juga kaya akan vitamin C, menjadikannya pilihan sehat untuk konsumsi sehari-hari.
9. Madu Hutan Kalimantan
Madu hutan dari Kalimantan Timur, termasuk daerah sekitar Balikpapan, dikenal akan kualitasnya yang premium. Madu ini dihasilkan dari sarang lebah liar di hutan-hutan primer, menjadikannya 100% alami tanpa campuran. Warna madu hutan Kalimantan cenderung gelap, menandakan tingginya kandungan antioksidan dan mineral di dalamnya.
Madu hutan Kalimantan memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh, membantu penyembuhan luka, dan menjaga kesehatan pencernaan. Tersedia dalam berbagai kemasan, mulai dari botol kaca yang elegan untuk hadiah hingga kemasan plastik praktis untuk konsumsi pribadi.
10. Songket Balikpapan
Songket adalah kain tenun tradisional yang menggunakan benang emas atau perak untuk menciptakan motif yang mewah. Songket Balikpapan memiliki ciri khas dengan warna-warna cerah yang mencerminkan kekayaan alam Kalimantan.
Meski harganya mulai dari Rp200.000 per kain, Songket Balikpapan tetap menjadi incaran wisatawan sebagai koleksi pribadi atau hadiah eksklusif. Produk ini tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari kain lembaran hingga sarung, selendang, dan tas yang dilapisi dengan aplikasi songket.
11. Tas Manik Dayak
Tas yang terbuat dari manik-manik warna-warni dengan motif etnis Dayak juga merupakan oleh-oleh khas Balikpapan yang populer di kalangan wisatawan. Setiap tas dikerjakan dengan tangan dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyusun manik-maniknya satu per satu oleh pengrajin lokal.
Motif dalam Tas Manik Dayak biasanya memiliki makna filosofis yang mendalam, menggambarkan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Seiring perkembangan dunia fashion, desain tas manik telah bertransformasi menjadi lebih modern, tetapi tetap mempertahankan elemen tradisional, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun kasual.
12. Ukiran Kayu Ulin
Kayu Ulin, yang juga dikenal sebagai kayu besi, adalah jenis kayu khas Kalimantan yang terkenal akan kekerasan dan ketahanannya terhadap rayap serta air. Masyarakat Dayak telah menggunakan kayu ini selama berabad-abad untuk membuat rumah adat dan perahu.
Saat ini, kayu Ulin diolah menjadi berbagai produk ukiran yang menawan, mulai dari patung, hiasan dinding, miniatur rumah adat, hingga perabotan rumah tangga. Setiap ukiran memiliki cerita yang berkaitan dengan mitologi dan kehidupan masyarakat Dayak. Meskipun harganya relatif tinggi, produk ini sangat bernilai sebagai investasi seni dan budaya.
13. Batik Khas Balikpapan
Batik Balikpapan memiliki motif yang unik dan menggambarkan kehidupan kota, mulai dari gambar rig minyak, kapal laut, flora khas Kalimantan seperti anggrek hitam, hingga pantai. Sejumlah motif ini mencerminkan identitas Balikpapan sebagai kota industri yang tetap menjaga keindahan alamnya.
Batik khas Balikpapan tersedia dalam berbagai produk, mulai dari kemeja, dress, selendang, dompet, hingga tas. Kualitasnya yang baik dengan pewarna alami menjadikannya pilihan oleh-oleh yang berkelas dan bermakna.
14. Gantungan Kunci Motif Dayak
Bagi Anda yang mencari oleh-oleh dalam jumlah banyak dengan anggaran terbatas, gantungan kunci bermotif Dayak adalah pilihan yang tepat. Produk ini terbuat dari kayu atau logam dengan ukiran motif etnis yang khas. Meskipun ukurannya kecil, gantungan kunci ini tetap membawa nilai budaya yang signifikan.
Gantungan kunci motif Dayak sangat cocok dijadikan souvenir untuk rekan kerja, teman, atau keluarga. Harganya yang terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000 per piece, membuatnya menjadi pilihan yang menarik tanpa menguras dompet.
15. Bakpia Balikpapan
Walaupun “Bakpia” sering diasosiasikan dengan oleh-oleh dari Yogyakarta, Balikpapan juga memiliki produk Bakpia dengan ciri khas tersendiri. Kue ini memiliki beragam isian, mulai dari kacang hijau, cokelat, keju, green tea, hingga isian lokal seperti durian dan nangka. Tampilannya yang Instagramable dengan kemasan modern menjadikannya favorit di kalangan anak muda.
Bakpia Balikpapan dikenal dengan tekstur kulitnya yang renyah dan isian yang melimpah. Anda dapat menemukannya di berbagai toko kue modern di pusat kota maupun di area Bandara Sepinggan.
Balikpapan menawarkan kekayaan budaya dan kuliner yang jauh melampaui ekspektasi banyak wisatawan. Rekomendasi oleh-oleh khas Balikpapan di atas adalah beberapa contoh dari klaim tersebut. Anda bisa membelinya sebagai buah tangan untuk keluarga dan kolega, atau menyimpannya sebagai kenangan bahwa Anda pernah mengunjungi kota yang menjadi gerbang IKN (Ibu Kota Nusantara). Semoga informasi ini bermanfaat bagi perjalanan Anda.
➡️ Baca Juga: Polres Ponorogo Mengamankan Balon Udara Liar Setinggi 10 Meter di Desa Cekok Babadan
➡️ Baca Juga: Foto: Kembali ke Sekolah Setelah Lebaran, Suasana Hari Pertama yang Menginspirasi



