Puncak Arus Mudik Lebaran di Jakarta Diprediksi Terjadi pada 18 Maret 2023

Jakarta – Menjelang perayaan Idulfitri, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah melakukan analisis mendalam dan memproyeksikan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026. Momen ini biasanya menjadi titik kritis dalam perjalanan pulang bagi para pemudik, dan oleh karena itu, persiapan yang matang di berbagai terminal menjadi sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Periode Angkutan Lebaran 2026
Kepala Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan (UPTAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Zulkifli, mengungkapkan bahwa masa angkutan Lebaran tahun ini akan berlangsung dari tanggal 13 Maret hingga 29 Maret 2026. Dalam rentang waktu tersebut, terdapat dua puncak arus mudik dan dua puncak arus balik yang perlu diperhatikan.
Puncak Arus Mudik Pertama dan Kedua
Puncak arus mudik pertama diprediksi akan terjadi pada tanggal 13 Maret 2026, bersamaan dengan dimulainya libur sekolah. Selanjutnya, puncak kedua diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026, yang umumnya diisi oleh para pekerja, aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN, serta karyawan dari sektor swasta.
“Arus mudik pertama terjadi pada tanggal 13 Maret, saat libur sekolah mulai berlangsung. Sedangkan puncak kedua pada tanggal 18 Maret, di mana banyak pekerja kembali ke kampung halaman mereka,” jelas Zulkifli.
Arus Balik yang Terstruktur
Dalam hal arus balik, proyeksi menunjukkan bahwa akan ada dua tahap puncak. Puncak arus balik pertama diprediksi akan terjadi pada 24 Maret 2026, dan puncak kedua pada 28 Maret 2026. Pembagian ini sangat penting untuk memperhitungkan perbedaan jadwal kembali antara pelajar dan pekerja.
“Tanggal 24 Maret adalah saat di mana banyak pegawai mulai kembali bekerja. Sementara itu, tanggal 28 dan 29 Maret menjadi waktu kembalinya para pelajar, karena posko angkutan Lebaran akan ditutup pada 29 Maret,” tambahnya.
Dampak Pembagian Arus Mudik dan Balik
Zulkifli menjelaskan bahwa pembagian arus mudik dan balik menjadi dua tahap ini akan berpengaruh terhadap pola pelayanan di terminal. Dengan adanya dua periode puncak perjalanan, masa layanan akan menjadi lebih panjang.
“Strategi ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan penumpang di terminal dan memastikan bahwa pelayanan angkutan Lebaran dapat berjalan dengan lebih lancar,” ujarnya. Hal ini sangat penting untuk menghindari kepadatan yang berlebihan di terminal.
Strategi Mengurangi Kepadatan Penumpang
Pembagian waktu arus mudik dan balik menjadi dua tahap diharapkan dapat mengurai kepadatan pemudik. “Bayangkan jika arus mudik antara anak sekolah dan para pekerja disamakan. Tentunya, situasi ini akan jauh lebih padat dan tidak nyaman,” ungkap Zulkifli.
Dengan strategi ini, Dinas Perhubungan berharap dapat menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat yang merayakan Lebaran.
Persiapan Terminal untuk Menyambut Lonjakan Penumpang
Dalam menghadapi lonjakan penumpang menjelang Idulfitri, pihaknya telah menyiapkan tiga terminal utama dan tiga terminal bantuan. Terminal-terminal ini akan berfungsi untuk mengantisipasi kemungkinan kepadatan yang terjadi di setiap terminal utama.
- Terminal Kampung Rambutan
- Terminal Kalideres
- Terminal Tanjung Priok
Sementara itu, untuk terminal bantuan yang disiapkan meliputi:
- Terminal Lebak Bulus
- Terminal Muara Angke
- Terminal Grogol
Pengelolaan Terminal yang Efektif
Zulkifli menjelaskan bahwa meskipun ada tujuh terminal utama di Jakarta, hanya enam terminal yang berada di bawah pengelolaan UPTAJ. Terminal Terpadu Pulogebang memiliki pengelolaan tersendiri, sehingga tidak termasuk dalam kewenangan UPTAJ.
“Untuk tahun 2026, kami telah mempersiapkan tiga terminal utama dan tiga terminal bantuan. Terminal bantuan ini akan digunakan jika terminal utama mengalami kepadatan yang signifikan,” tegasnya.
Kesimpulan
Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Semua elemen yang terlibat, termasuk masyarakat, diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan suasana mudik yang aman dan nyaman.
Kepada masyarakat, diimbau untuk memperhatikan jadwal perjalanan dan memilih waktu yang tepat agar arus mudik dan balik dapat berlangsung dengan efisien. Dengan demikian, perayaan Idulfitri dapat dilalui dengan penuh kebahagiaan tanpa harus terjebak dalam kemacetan yang berkepanjangan.
➡️ Baca Juga: Syarat Agar Dapat Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026
➡️ Baca Juga: Honor Luncurkan Smartphone AI dengan Kamera Gimbal dan Kolaborasi ARRI yang Inovatif

