Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Kepala Daerah Siaga Selama Idul Fitri 1447 H untuk Pelayanan Publik

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menginstruksikan semua kepala daerah untuk tetap dalam kondisi siaga di wilayah masing-masing guna memastikan pelayanan publik tetap optimal saat perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Instruksi ini diberikan seiring dengan fenomena beberapa kepala daerah yang berencana untuk melakukan perjalanan ibadah umrah menjelang Lebaran, yang dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Mendagri memberikan peringatan tegas kepada para kepala daerah untuk tetap fokus pada tugas dan tanggung jawab mereka.
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Kesiapan Pemerintah Daerah pada Perayaan Idulfitri 1447 H/Tahun 2026 yang diselenggarakan secara hybrid dari Aula Kantor Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjungpinang pada Senin (9/3/2026), Tito menegaskan pentingnya kehadiran para kepala daerah. Ia menyatakan, “Saat masyarakat berlibur, kita sebagai pemimpin harus tetap bekerja dan tidak ikut berlibur.”
Pernyataan ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 000.2.3/1171/SJ yang diterbitkan pada tanggal 8 Maret 2026, yang mengatur penundaan perjalanan ke luar negeri selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Sebagai pemimpin tertinggi di daerah, kepala daerah bertanggung jawab penuh untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Tito menekankan bahwa Idulfitri merupakan momen penting bagi pemerintah daerah untuk bekerja maksimal, memastikan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan nyaman. Hal ini mencakup kelancaran arus mudik dan balik, kestabilan harga bahan pokok, serta pengelolaan tempat wisata yang baik.
Fokus utama selama periode ini adalah meningkatkan mobilitas dan keamanan masyarakat.
Mendagri menjelaskan bahwa mobilitas masyarakat yang meningkat selama mudik dan arus balik memerlukan perhatian yang serius. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, selalu mengalami lonjakan pergerakan masyarakat yang signifikan setiap kali Lebaran tiba.
Selain itu, aspek keamanan lingkungan juga perlu diperhatikan, terutama mengingat banyaknya rumah yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan keamanan yang baik serta pembentukan pos-pos siaga di jalur mudik dan arus balik untuk menjaga keamanan masyarakat.
Pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama Lebaran juga menjadi sorotan utama.
Tito Karnavian menekankan peran vital pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan transportasi, mengantisipasi keramaian di tempat wisata, serta memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok menjelang hari raya. Kesiapsiagaan ini sangat penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Khususnya dalam pengendalian inflasi, kepala daerah diharapkan untuk berkoordinasi secara aktif dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), distributor, asosiasi pengusaha, serta pengelola pasar. Ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan yang cukup dan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Pastikan ketersediaan barang dan harga terjangkau. Jika ada kenaikan harga, segera lakukan intervensi dengan mengadakan pasar murah,” tegas Tito, menyoroti pentingnya tindakan cepat untuk menjaga stabilitas harga.
➡️ Baca Juga: Indie Games Baru Seperti Slay the Spire 2 dan Scott Pilgrim EX yang Harus Anda Coba
➡️ Baca Juga: Strategi Prabowo dalam Swasembada BBM: Indonesia Optimalisasi Sumber Daya Nabati untuk Kemandirian Energi



