Siskaeee Berani Bagikan Kegiatan Positif Meski Takut Dihujat di Media Sosial

Dalam dunia yang serba cepat dan terhubung seperti sekarang, keberanian untuk mengekspresikan diri dan menjalani kehidupan yang positif sering kali dihadapkan pada risiko kritik dan hujatan, terutama di media sosial. Siskaeee, seorang kreator konten yang juga dikenal sebagai mantan aktris film dewasa, merasakan dilema ini ketika ia mulai membagikan hobi positifnya di platform digital. Meskipun ia memiliki pengalaman menerima kritik, Siskaeee merasa cemas ketika harus menunjukkan sisi lain dari dirinya, yaitu kecintaannya pada dunia literasi. Dalam wawancara eksklusif, ia berbagi perjalanan dan perjuangannya dalam mengejar minat yang telah lama terpendam ini.
Kecintaan Terhadap Literasi Sejak Dini
Siskaeee, yang memiliki nama asli Fransiska Candra Novitasari, mengungkapkan bahwa minatnya terhadap buku sudah ada sejak ia kecil. Namun, baru dalam dua tahun terakhir ini ia merasa cukup percaya diri untuk membagikan kepassion-an tersebut di media sosial. “Sebenarnya, aku sudah jatuh cinta dengan buku sejak kecil, tetapi baru belakangan ini aku berani menunjukkan kepada publik,” jelasnya. Kegiatan positif ini menjadi tantangan tersendiri baginya, terutama mengingat citra dirinya yang selama ini dikenal sebagai konten kreator dewasa.
Ia mengakui bahwa ada perasaan kontradiksi ketika harus beralih dari konten yang lebih sensasional ke sesuatu yang dianggap lebih bermanfaat. “Ketika aku mulai berbagi cerita tentang membaca, banyak orang pastinya akan terkejut. Mereka mungkin berpikir, ‘Hah? Ini Siskaeee yang kita kenal?'” ungkapnya. Meskipun demikian, keinginannya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman positif tetap mengalahkan rasa takutnya.
Rasa Takut Akan Hujatan
Tak jarang, Siskaeee merasa tertekan oleh kemungkinan hujatan yang akan diterimanya. “Aku sangat takut dihujat, apalagi ketika aku melakukan sesuatu yang positif,” katanya. Ironisnya, ia merasa lebih nyaman saat menerima kritik atas konten negatif yang pernah ia buat. Namun, saat ia ingin menunjukkan sisi positif dirinya, rasa takut itu muncul kembali. “Rasanya aneh ketika kamu sudah biasa dihujat, tetapi kali ini karena melakukan hal yang baik,” tambahnya.
Perasaan tersebut menunjukkan betapa kompleksnya dinamika di media sosial, di mana ekspektasi dan penilaian publik sering kali tidak sejalan dengan niat baik seseorang. Meskipun demikian, Siskaeee berusaha untuk tidak membiarkan ketakutan tersebut menghalangi langkahnya. Ia berkomitmen untuk terus berbagi hal positif, meskipun ada risiko kritik yang harus dihadapinya.
Dukungan dari Komunitas
Dalam perjalanan menuju kebangkitan literasi, dukungan dari orang-orang terdekat sangat berarti bagi Siskaeee. Ia menyebutkan bahwa teman-teman di klub buku yang ia ikuti memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan. “Mereka bilang, ‘Nggak apa-apa, bagikan saja. Orang-orang perlu tahu bahwa kamu suka membaca buku’,” kenangnya.
Dukungan dari komunitas ini membuatnya semakin berani untuk mengekspresikan kecintaannya terhadap buku. “Akhirnya, aku merasa lebih percaya diri saat mulai membagikan hobi ini di media sosial,” ujarnya. Hal ini juga menunjukkan betapa pentingnya memiliki lingkungan yang mendukung untuk mengejar minat dan passion seseorang.
Mengapa Membaca Itu Penting?
Bagi Siskaeee, membaca buku bukan hanya sekadar hobi, melainkan juga cara untuk menenangkan pikiran. Ia mengungkapkan, “Dunia ini terlalu riuh, dan kepala kita seringkali dipenuhi dengan berbagai pikiran. Ketika aku membaca, rasanya semua itu bisa berhenti sejenak.” Dengan membaca, ia merasa bisa menemukan ketenangan dan memahami banyak hal dengan lebih baik.
- Membantu mengurangi stres dan kecemasan
- Meningkatkan kemampuan berpikir kritis
- Memperluas wawasan dan pengetahuan
- Membangun empati terhadap orang lain
- Memberikan kesempatan untuk melarikan diri dari kenyataan sejenak
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, Siskaeee berpendapat bahwa membaca dapat menjadi salah satu cara untuk menghadapi tantangan hidup. Ia pun berusaha untuk mengajak orang lain untuk terlibat dalam kegiatan positif ini, meskipun ada risiko penilaian dari publik.
Rekomendasi Buku dari Siskaeee
Siskaeee tidak hanya berbagi tentang pengalamannya, tetapi juga merekomendasikan beberapa buku yang menurutnya menarik untuk dibaca. Beberapa di antaranya adalah:
- Anarchy and the Sex Question oleh Emma Goldman
- Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer
- 1984 oleh George Orwell
- The Alchemist oleh Paulo Coelho
- To Kill a Mockingbird oleh Harper Lee
Rekomendasi buku ini tidak hanya mencerminkan selera bacanya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana literasi dapat menjadi sarana untuk menjelajahi berbagai ide dan perspektif. Siskaeee berharap, dengan membagikan buku-buku ini, ia bisa menginspirasi orang lain untuk menemukan kecintaan mereka terhadap membaca.
Menjadi Inspirasi di Tengah Kritikan
Perjalanan Siskaeee dalam membagikan kegiatan positifnya di media sosial adalah contoh nyata bahwa setiap orang memiliki potensi untuk bertransformasi. Meskipun awalnya merasa cemas dan takut, keberaniannya untuk menunjukkan sisi lain dari dirinya patut diacungi jempol. Ia adalah contoh bahwa dengan dukungan dan keyakinan, seseorang dapat mengubah narasi negatif menjadi positif.
Dengan terus membagikan hobi positifnya, Siskaeee tidak hanya memberdayakan dirinya sendiri, tetapi juga mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama. “Aku ingin orang-orang tahu bahwa kita semua bisa melakukan hal yang baik, terlepas dari masa lalu kita,” tutupnya. Melalui langkah berani ini, ia memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk menemukan dan mengeksplorasi minat mereka, meski harus menghadapi risiko yang ada.
➡️ Baca Juga: Latihan Gym Ringan untuk Menjaga Kebugaran Tanpa Beban Berlebih dan Efektif
➡️ Baca Juga: Kreator Lokal Didorong Membangun IP Global untuk Meningkatkan Nilai Jual Tinggi




