RSJ Sambang Lihum Siaga Sepanjang Malam Lindungi Pasien dari Karhutla

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan komitmen yang tinggi dalam menjaga keselamatan pasien dengan meningkatkan kesiapsiagaan mereka menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam situasi darurat ini, rumah sakit berupaya memastikan bahwa pasien yang memerlukan perhatian khusus terlindungi dengan baik, meskipun ancaman kebakaran berada di dekat kawasan rumah sakit.
Penjagaan Malam Hari untuk Keselamatan Pasien
RSJ Sambang Lihum telah menempatkan fokus khusus pada keamanan pasien dengan meningkatkan pengawasan hingga larut malam. Dalam beberapa waktu terakhir, kebakaran hutan yang terjadi cukup dekat dengan lokasi rumah sakit telah memicu perhatian serius. Namun, berkat upaya petugas yang terlatih, api dapat dikendalikan, sehingga pasien tetap aman dan tidak terganggu dalam perawatan mereka.
Kepala Bidang Penunjang Non Medik RSJ Sambang Lihum, Salbiah, menjelaskan bahwa petugas rumah sakit tetap berjaga dari pagi hingga malam untuk memantau situasi di sekitar. Informasi terbaru mengenai kondisi kebakaran disampaikan secara berkala melalui sistem komunikasi internal. Ini memungkinkan rumah sakit untuk merespons secara cepat terhadap ancaman yang muncul.
Komunikasi Internal yang Efektif
“Kami melakukan pembaruan informasi secara langsung di grup komunikasi. Dengan cara ini, setiap anggota tim dapat memantau dan mengetahui perkembangan yang terjadi,” ungkap Salbiah. Ia juga menambahkan bahwa RSJ Sambang Lihum dilengkapi dengan peralatan pemadam kebakaran yang memadai, sehingga siap untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.
- Tim pemadam kebakaran internal terdiri dari 15 personel terlatih.
- Pelatihan penanganan kebakaran dilakukan setiap tahun.
- Peralatan pemadam yang tersedia termasuk alat berukuran kecil.
- Sistem akreditasi rumah sakit mencakup pembentukan tim pemadam.
- Evakuasi pasien dilakukan dengan prosedur yang aman.
Personel Terlatih dan Peralatan yang Memadai
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, rumah sakit juga memiliki tim pemadam kebakaran internal yang terdiri dari petugas dari berbagai bidang, termasuk keselamatan dan kesehatan kerja, kesehatan lingkungan, serta satuan pengamanan. Seluruh anggota tim ini telah menjalani pelatihan penanganan kebakaran secara teratur, memastikan mereka siap dalam menghadapi keadaan darurat.
Salbiah mengungkapkan pentingnya pelatihan rutin ini. “Setiap tahun kami mengadakan pelatihan yang fokus pada penanganan kebakaran dan keselamatan di rumah sakit. Dengan demikian, kami memiliki tim yang terlatih untuk menangani situasi tersebut dengan efektif,” jelasnya.
Peralatan Pemadam Kebakaran yang Siap Pakai
RSJ Sambang Lihum juga menyediakan berbagai peralatan pemadam kebakaran yang dirancang untuk digunakan di lingkungan rumah sakit. Peralatan ini termasuk alat yang lebih kecil dan mudah dibawa, memungkinkan petugas untuk menjangkau area yang sulit diakses oleh kendaraan pemadam kebakaran saat terjadi kebakaran.
Salbiah menekankan bahwa keberadaan tim pemadam dan peralatan ini bukanlah hal baru, melainkan bagian dari sistem keselamatan yang telah ada jauh sebelum karhutla mengancam kawasan rumah sakit. Pembentukan tim pemadam kebakaran merupakan salah satu syarat dalam penilaian akreditasi rumah sakit, yang menunjukkan komitmen RSJ Sambang Lihum terhadap keselamatan pasien.
Pengalaman yang Membawa Pembelajaran Berharga
Pengalaman menghadapi karhutla yang mendekati kawasan rumah sakit memberikan pelajaran penting bagi tim RSJ Sambang Lihum. Prosedur evakuasi internal telah diuji, dengan pasien yang berada di ruangan yang terancam langsung dipindahkan ke ruangan lain yang lebih aman. Setelah situasi kembali terkendali, pasien dapat dikembalikan ke ruang perawatan mereka.
“Langkah ini sangat krusial karena karakteristik pasien RSJ memerlukan penanganan khusus dalam situasi darurat. Kesiapan internal tidak hanya berfokus pada penanganan sumber api, tetapi juga memastikan bahwa proses pemindahan pasien dapat dilakukan dengan aman jika diperlukan,” tambah Salbiah.
Koordinasi dengan Instansi Terkait
RSJ Sambang Lihum juga tidak bekerja sendiri dalam menghadapi kemungkinan kebakaran yang lebih besar. Rumah sakit ini berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Dengan kolaborasi ini, penanganan ancaman dapat dilakukan secara terpadu sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem kesiapsiagaan kami dalam menghadapi karhutla. Melalui pemantauan yang intensif, pelatihan untuk personel, ketersediaan peralatan pemadam, kesiapan proses evakuasi, dan koordinasi lintas instansi, kami berupaya melindungi pasien dan menjaga kelangsungan layanan rumah sakit,” tutup Salbiah.
➡️ Baca Juga: Teknik Melatih Pernapasan Perut untuk Meredakan Serangan Panik Secara Efektif
➡️ Baca Juga: Kebakaran Gunung Semeru Meluas 160 Hektare, Dua Helikopter Lakukan Water Bombing




