Pilur Serentak Bantul Dihadiri 87 Calon, Target Partisipasi Pemilih 85 Persen

Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Bantul pada tahun 2026 menyuguhkan kompetisi menarik dengan kehadiran 87 calon lurah yang bersaing di 30 kalurahan. Pelaksanaan ini berlangsung pada hari Minggu, 4 Oktober 2026, dan hingga siang hari, pemerintah setempat melaporkan bahwa proses pemungutan suara berlangsung dengan aman dan tanpa adanya gangguan yang berarti.
Keamanan dan Kelancaran Proses Pemilihan
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) menunjukkan bahwa pemilihan berjalan dengan aman dan lancar. Ia mengharapkan agar suasana kondusif ini dapat terus terjaga hingga seluruh tahapan Pilur selesai dilaksanakan.
“Saat ini, pemilihan lurah di seluruh Kabupaten Bantul terpantau aman, lancar, dan damai. Ini adalah harapan kita bersama. Kedewasaan dalam berdemokrasi masyarakat Bantul perlu terus ditingkatkan,” ungkap Halim saat melakukan pengecekan di beberapa TPS.
Pentingnya Kedewasaan dalam Berbeda Pilihan
Menurut Halim, perbedaan pilihan yang muncul dalam pemilihan adalah bagian dari proses demokrasi yang seharusnya disikapi dengan kedewasaan. Masyarakat diimbau untuk tidak menjadikan perbedaan dukungan sebagai sumber perselisihan yang dapat merusak hubungan antarwarga.
Ia menambahkan, semua calon lurah memiliki visi yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memastikan agar pemerintahan kalurahan dapat memberikan layanan dan perlindungan yang optimal untuk seluruh warga.
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Memberikan pelayanan terbaik
- Menjamin perlindungan terhadap warga
- Mewujudkan pemerintahan kalurahan yang transparan
- Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pemerintahan
Pesan untuk Warga: Hindari Konflik
Halim juga mengingatkan agar warga tidak saling menjatuhkan hanya karena perbedaan pilihan politik. Menurutnya, sikap tersebut jelas bertentangan dengan prinsip kedewasaan dalam berpartisipasi dalam demokrasi.
“Tidak ada alasan untuk saling berkonflik atau menjatuhkan satu sama lain. Sikap seperti itu menunjukkan kurangnya kedewasaan,” jelas Bupati Bantul.
Partisipasi Pemilih yang Tinggi
Dari hasil pantauan di beberapa TPS, tingkat partisipasi pemilih terlihat cukup tinggi. Halim memperkirakan bahwa keikutsertaan masyarakat dalam Pilur kali ini bisa mencapai antara 80 hingga 85 persen dari daftar pemilih tetap (DPT).
Contoh konkret terlihat di TPS 12 Panjangjiwo, di mana hingga menjelang pukul 11.00 WIB, sekitar 75 persen dari 441 pemilih yang terdaftar telah menyalurkan hak suara mereka.
“Saya perkirakan, hingga jam 13.00 WIB saat TPS ditutup, jumlah pemilih yang menggunakan hak suara bisa mencapai 85 persen,” tambahnya.
Pemantauan oleh Wakil Bupati
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, juga memberikan laporan positif mengenai pelaksanaan pemungutan suara. Setelah mengunjungi empat TPS, ia memastikan bahwa semua proses berjalan lancar, termasuk di TPS yang memiliki jumlah pemilih yang cukup besar.
“Hingga siang ini kami telah mengunjungi empat TPS. Semua TPS yang kami kunjungi berjalan dengan lancar. Bahkan di TPS dengan DPT mendekati 600 pemilih pun tidak ada kendala yang berarti,” kata Aris.
Ketelitian dalam Proses Administrasi
Selain memastikan kelancaran pemungutan suara, Aris juga mengingatkan para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk memperhatikan administrasi pasca pemungutan suara. Pengisian berita acara, penyalinan, hingga proses perekapan hasil suara harus dilakukan dengan sangat teliti.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan semua pihak terkait, diharapkan Pilur serentak di Bantul dapat menjadi contoh baik dalam berdemokrasi. Keberhasilan proses ini tidak hanya bergantung pada pemilih yang berpartisipasi, tetapi juga pada kedewasaan masyarakat dalam menerima hasil pemilihan dan menjunjung tinggi persatuan di tengah perbedaan.
➡️ Baca Juga: Aplikasi Viral Terbaik untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Anda Secara Efektif
➡️ Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Sebagai Momentum Memperkuat Persatuan dan Toleransi Nasional




