Jakarta – Dalam upaya mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali, Pertamina Patra Niaga telah mengerahkan empat truk tangki dari Banyuwangi, Jawa Timur. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap antrean panjang kendaraan yang terjadi di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Dewata. Kondisi ini mengindikasikan perlunya tindakan cepat untuk memastikan pasokan BBM tetap stabil.
Peningkatan Armada dan Kapasitas Distribusi
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menjelaskan bahwa setiap truk tangki yang dikerahkan memiliki kapasitas angkut sebesar 16 kiloliter. Dengan tambahan armada ini, diharapkan penyaluran BBM kepada masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan efisien.
Untuk memenuhi kebutuhan BBM di Bali, Pertamina mengandalkan dua terminal utama: Terminal BBM Manggis yang terletak di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran di Kota Denpasar. Data terbaru menunjukkan bahwa Terminal BBM Sanggaran didukung oleh 25 hingga 30 armada truk tangki, sementara Terminal BBM Manggis memiliki 72 unit truk tangki yang siap beroperasi.
Strategi Penyaluran yang Efisien
Pertamina tidak hanya menambah jumlah armada, tetapi juga mempercepat proses penyaluran dari kedua terminal tersebut ke sejumlah SPBU yang membutuhkan pasokan. Selain itu, untuk mengantisipasi kelelahan petugas akibat meningkatnya aktivitas operasional, perusahaan juga telah menyiapkan pengemudi mobil tangki cadangan dan operator SPBU tambahan.
Dalam mendukung kelancaran distribusi BBM, Pertamina juga berkoordinasi dengan Kodam IX/Udayana untuk memenuhi kebutuhan operasional di lapangan. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah layanan motoris BBM, yaitu petugas yang menggunakan sepeda motor untuk menyalurkan bensin kepada pengguna kendaraan roda dua sesuai dengan ketentuan operasional yang berlaku.
Pasokan BBM yang Dikirimkan
Pada 14 hingga 17 Oktober 2026, Pertamina kembali mengirimkan pasokan BBM melalui Terminal BBM Manggis di Karangasem dan dermaga di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar. Total pasokan yang dikirim secara bertahap mencapai 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Bali yang sedang mengalami kendala pasokan.
Antrean Kendaraan di SPBU
Meskipun telah ada penambahan armada dan pasokan, antrean kendaraan masih terlihat di beberapa SPBU di Bali hingga Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 10.00 Wita. Beberapa lokasi yang menjadi sorotan antara lain:
- SPBU Gatot Subroto di Denpasar Timur dekat Teras Ayung
- SPBU Bandara Ngurah Rai di Badung
- SPBU dekat Patung Sakah di Sukawati, Gianyar
- SPBU Padang Kerta di Karangasem
Kebijakan Pengurangan Mobilitas Masyarakat
Untuk mengurangi mobilitas masyarakat selama proses pemulihan distribusi BBM, Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan surat edaran gubernur pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) ini berlaku mulai Kamis hingga Sabtu, 17 Oktober 2026, dan menyasar instansi pemerintah, sektor pendidikan, serta badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD).
Penerapan WFH bertujuan untuk mengurangi pergerakan masyarakat dan sekaligus mendukung upaya penyediaan serta distribusi BBM di Bali. Pemerintah daerah berharap dengan adanya pengurangan mobilitas, kondisi di lapangan dapat lebih kondusif selama penyaluran bahan bakar berlangsung.
Faktor Penyebab Antrean Panjang
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa antrean panjang yang terjadi di Bali disebabkan oleh kendala distribusi. Penanganan kelancaran penyaluran menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan untuk mengurangi antrean di SPBU.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam situasi seperti ini, kolaborasi antara pihak-pihak terkait sangat diperlukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan dengan baik. Dengan adanya upaya yang terus dilakukan oleh Pertamina dan dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan kebutuhan masyarakat akan BBM dapat terpenuhi tanpa hambatan yang berarti.
Komitmen Pertamina dalam Menyediakan BBM
Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan distribusi BBM di Bali. Dengan penambahan armada, peningkatan kapasitas, dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan masalah antrean dapat teratasi. Masyarakat diharapkan dapat memahami situasi ini dan berpartisipasi dalam upaya pemulihan distribusi yang sedang dilakukan.
Setiap langkah yang diambil oleh Pertamina dalam mempercepat distribusi BBM merupakan bagian dari tanggung jawab mereka untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik. Dengan demikian, kolaborasi yang baik antara pemerintah, Pertamina, dan masyarakat menjadi kunci sukses dalam mengatasi masalah distribusi ini.
Kesimpulan yang Dapat Diambil
Dalam menghadapi tantangan distribusi BBM di Bali, Pertamina telah mengambil berbagai langkah strategis untuk memastikan pasokan tetap tersedia. Dengan kerjasama yang solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, diharapkan situasi yang ada dapat segera teratasi. Melalui upaya kolaboratif dan inovasi dalam distribusi, Pertamina menunjukkan dedikasi mereka dalam memenuhi kebutuhan energi di Pulau Dewata.
➡️ Baca Juga: WOM Finance Tetapkan Susunan Direksi Baru dan Bahas Agenda Tahunan Perusahaan
➡️ Baca Juga: Gubernur Pramono Menyelesaikan Target Peralihan Hak Tanah Jakarta dalam 10 Hari
