Desa Adat Sade, terletak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghadapi tantangan besar pascakebakaran yang melanda. Pemulihan desa ini tidak hanya membutuhkan rekonstruksi fisik, tetapi juga upaya yang menyeluruh dalam melestarikan nilai-nilai budaya, memulihkan ekonomi, serta memastikan pendidikan dan mitigasi bencana berjalan dengan baik. Dalam konteks ini, penting untuk menjadikan pemulihan Desa Adat Sade sebagai sebuah rencana strategis yang komprehensif.
Dukungan Anggaran untuk Rehabilitasi
Anggota Komisi VIII DPR RI, Nanang Samodra, menyatakan pentingnya dukungan anggaran untuk mempercepat proses rehabilitasi Desa Adat Sade. Ia menekankan bahwa meskipun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial telah memberikan bantuan, dukungan finansial untuk rehabilitasi masih perlu diperkuat agar proses pemulihan dapat dilaksanakan lebih efektif.
Upaya Komisi VIII DPR RI
Dalam kunjungan kerja ke Desa Adat Sade, Nanang mengajak anggota tim untuk berjuang demi mendapatkan anggaran yang diperlukan untuk rehabilitasi. “Saya mengimbau kepada teman-teman tim kunjungan spesifik Komisi VIII ini kira-kira dapat membantu untuk memperjuangkan anggaran untuk rehabilitasi Sade ini,” jelasnya dengan tegas.
Menjaga Identitas Budaya
Nanang menekankan pentingnya menjaga bentuk dan karakter bangunan Desa Adat Sade dalam proses rehabilitasi. Nilai-nilai adat yang menjadi identitas masyarakat setempat harus tetap dijaga. Hal ini menjadi bagian integral dari proses pembangunan kembali setelah kebakaran.
Konsensus Masyarakat
Setelah berdialog dengan masyarakat selama seminggu pascakebakaran, mereka sepakat untuk membangun kembali struktur yang terbakar dengan mempertahankan bentuk dan kondisi aslinya. Proses pembangunan ini akan menghormati nilai-nilai sakral dan ritual yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.
Tradisi dan Keyakinan dalam Pembangunan
Waktu pelaksanaan pembangunan juga ditentukan berdasarkan keyakinan dan tradisi masyarakat. Pembangunan direncanakan dimulai pada 21 Maulid, yang bertepatan dengan tanggal 3 September 2026, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang ada.
Rehabilitasi Multidimensional
Selain rekonstruksi fisik, Nanang menegaskan bahwa pemulihan aspek budaya, ekonomi, dan pendidikan juga harus berjalan paralel. Ia berharap kondisi kehidupan masyarakat segera pulih dan anak-anak yang terdampak dapat kembali bersekolah dengan baik. Ini adalah langkah penting untuk mengembalikan stabilitas sosial di Desa Adat Sade.
Mitigasi Kebakaran yang Efektif
Penguatan sarana dan prasarana mitigasi kebakaran di Desa Adat Sade juga menjadi perhatian penting. Nanang mendorong penyediaan sistem pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. Salah satu saran yang diajukan adalah penyediaan jaringan pipa air yang siap digunakan dalam keadaan darurat.
Pipa Hidran untuk Keamanan
Pipa hidran juga perlu dipasang di jalur-jalur utama desa. “Di sekeliling desa harus disiapkan, misalkan pipa-pipa air yang bisa ready setiap saat. Kemudian pada jalur-jalur jalan utama dibuatkan pipa hidran untuk bisa menangani apabila ada terjadi kebakaran lagi,” ujar Nanang.
Pengembangan Sistem Mitigasi
Sistem mitigasi kebakaran yang tengah dikaji dan dikembangkan diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat. Nanang berharap seluruh proses pemulihan dapat berjalan sesuai target yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, yaitu dalam waktu sekitar enam bulan.
Ajakan untuk Bersatu dan Sabar
Nanang mengajak masyarakat Desa Adat Sade untuk tetap bersabar dan bersama-sama bangkit menghadapi musibah yang terjadi. Ia berharap proses pemulihan ini bisa menjadi titik awal bagi masyarakat untuk kembali membangun kehidupan dan aktivitas sehari-hari di desa mereka.
“Harapannya semoga masyarakat di sini bersabar untuk bisa menerima cobaan ini dengan lapang dada dan tidak membuatnya jadi patah semangat, tetapi bersemangat untuk bangkit kembali secepat mungkin,” tutup Nanang dengan harapan optimis.
➡️ Baca Juga: Daftar HP Snapdragon Terjangkau 2026, Performa Stabil dan Harga Kompetitif
➡️ Baca Juga: Pemprov Jateng Siap Jembatani Aspirasi Warga Terkait Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran
