happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

Pasokan Biomassa Cofiring Memerlukan Tambahan 7,6 Juta Ton, PLN EPI Siapkan BIODES

Jakarta – Kebutuhan biomassa untuk mendukung program cofiring di pembangkit listrik saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan signifikan terkait pasokan. Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2022 menunjukkan bahwa potensi biomassa yang berbasis limbah dan siap digunakan hanya akan mencapai titik jenuh sekitar 2,4 juta ton. Sementara itu, untuk memenuhi target cofiring dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2025 hingga 2034, masih terdapat kekurangan sekitar 7,6 juta ton. Situasi ini menjadi pendorong bagi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) untuk mengembangkan BIODES (Biomassa dari Desa), sebuah model inovatif yang bertujuan mengintegrasikan potensi biomassa lokal, pertanian terpadu, pemberdayaan masyarakat, serta rantai pasokan yang efisien.

Inovasi BIODES untuk Mengatasi Tantangan Pasokan

PLN EPI mempresentasikan inovasi BIODES ini dalam acara Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 yang diadakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan sumber biomassa yang berasal dari limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan energi, BIODES juga bertujuan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menyatakan bahwa pendekatan ini diharapkan dapat tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi komunitas dan lingkungan.

“BIODES merepresentasikan komitmen PLN EPI dalam membangun ekosistem biomassa yang tidak hanya fokus pada penyediaan energi, tetapi juga berorientasi pada penciptaan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Mamit dalam keterangan tertulisnya pada tanggal 30 September 2026. Dengan mengintegrasikan potensi biomassa dari desa, pertanian terpadu, dan rantai pasokan yang terkelola dengan baik, PLN EPI berupaya menyajikan pasokan biomassa yang berkualitas dan berkelanjutan, serta memperkuat peran masyarakat dalam mendukung transisi energi di Indonesia.

Strategi Utama dalam Program BIODES

PLN EPI mengembangkan enam pendekatan utama dalam program BIODES. Strategi-strategi tersebut mencakup:

  • Optimalisasi potensi biomassa di tingkat desa.
  • Penanaman tanaman energi dengan pola tumpangsari.
  • Pembangunan rantai pasok menggunakan model spoke-hub.
  • Peningkatan kualitas dan kuantitas biomassa yang dihasilkan.
  • Digitalisasi berbasis marketplace untuk efisiensi.

Menurut Khalda Az Zahra, Officer Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, program ini tidak hanya bergantung pada limbah yang sudah ada. “Melalui BIODES, kami berupaya memaksimalkan potensi biomassa di desa dan membangun rantai pasokan yang lebih terintegrasi. Kami juga mendorong penanaman tanaman energi yang dilakukan bersamaan dengan tanaman pangan, sehingga keberlanjutan pasokan biomassa dapat berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa,” jelas Khalda.

Implementasi BIODES di Cilacap

Penerapan awal dari program BIODES telah dilakukan di Kabupaten Cilacap sejak tahun 2023, yang memanfaatkan lahan seluas 106 hektare. Program ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari survei dan sosialisasi kepada masyarakat, penerapan sistem pertanian terpadu, panen, hingga pengumpulan hasil di SUB-HUB. Biomassa yang dihasilkan kemudian diproduksi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan dikirim ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala. Rantai pasok diperkuat dengan sistem digital yang menghubungkan berbagai pihak yang terlibat dalam proses ini.

Melalui model SUB-HUB dan HUB, biomassa dari berbagai sumber di tingkat desa dikumpulkan, diolah, dan dikonsolidasikan sebelum dikirim ke pembangkit listrik. Model ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi logistik serta menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan biomassa. Dari implementasi ini, BIODES diproyeksikan mampu menghasilkan tambahan pasokan biomassa hingga 15.000 ton per tahun, melibatkan sekitar 330 petani, memanfaatkan lahan marjinal seluas 106 hektare, serta menciptakan 25 lapangan kerja baru.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan dari BIODES

Dari sisi ekonomi, program BIODES diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani kecil. Diperkirakan, setiap petani dapat memperoleh tambahan penghasilan hingga Rp100.000 per hari per pekerja. Sementara itu, dari perspektif lingkungan, program ini diproyeksikan akan berkontribusi dalam penurunan emisi gas rumah kaca sekitar 6.750 ton CO₂e. Dengan demikian, BIODES bukan hanya sekadar upaya pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Mengoptimalkan Potensi Energi Terbarukan

Pemanfaatan biomassa untuk cofiring adalah langkah penting dalam transisi energi Indonesia menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Melalui program BIODES, PLN EPI tidak hanya berupaya meningkatkan pasokan biomassa cofiring, tetapi juga berfokus pada pengembangan komunitas lokal, menciptakan lapangan kerja, dan membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan Indonesia dapat memenuhi target energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Komitmen PLN EPI dalam mengembangkan program BIODES menunjukkan bahwa keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan memberdayakan masyarakat, diharapkan program ini dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di daerah lain.

Dengan berbagai strategi yang diterapkan, BIODES tidak hanya memberikan solusi terhadap tantangan pasokan biomassa cofiring, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi yang mendukung keberlanjutan energi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa masa depan energi yang bersih dan berkelanjutan tidak hanya mungkin, tetapi juga dapat dicapai melalui kolaborasi antara sektor publik dan masyarakat.

➡️ Baca Juga: Arti Nama L’Joyee Tamara, Anak Ketiga Billar dan Lesti yang Perlu Anda Ketahui

➡️ Baca Juga: DFSK Siapkan Peluncuran Mobil Baru di Indonesia pada Semester Kedua 2026

Related Articles

Back to top button