Media Asuransi Menghargai Pelaku Industri Keuangan dengan Top Digital Financial dan CFO Award 2026

Transformasi digital telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, terutama melalui inovasi yang terus berkembang. Dalam konteks ini, sektor jasa keuangan mengalami pergeseran dalam cara teknologi diadopsi. Di masa lalu, fokusnya adalah pada peningkatan aksesibilitas, namun kini perhatian beralih kepada bagaimana teknologi dapat menciptakan pengalaman yang lebih baik dan intuitif bagi pengguna.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Sektor Keuangan
Di tengah evolusi ini, kecerdasan buatan (AI) telah menjadi elemen krusial yang tidak lagi hanya berfungsi sebagai pembeda. Saat ini, personalisasi menjadi semakin penting, di mana perusahaan berusaha mengubah data pengguna menjadi layanan yang lebih relevan dan terasa seolah-olah dibuat khusus untuk individu tersebut.
Pencapaian Ekonomi di Tengah Tantangan
“Industri asuransi menghadapi banyak tantangan sepanjang tahun 2025. Namun, meskipun demikian, perekonomian Indonesia tetap tumbuh 5,11%. Ini menjadi konteks bagi industri asuransi jiwa dan umum yang mampu menunjukkan kinerja keuangan yang memuaskan,” ungkap Slamet Edi Santosa, Pelaksana Tugas Direktur PT Media Asuransi Indonesia, dalam sambutannya di acara Chief Financial Officer (CFO) Award 2026 dan Top Digital Financial Award (TDFA) 2026 yang digelar di Hotel Arya Duta, Jakarta, pada Selasa (7/10).
Analisis Kinerja Industri Asuransi
Contohnya, industri asuransi jiwa berhasil mencatatkan laba setelah pajak sebesar 10 triliun rupiah, berkat peningkatan hasil investasi dan penurunan klaim. Dari perspektif kesehatan finansial, industri ini juga menunjukkan performa yang solid, dengan rasio Risk Based Capital (RBC) mencapai 491 persen.
Tantangan Operasional di Sektor Asuransi
Meskipun demikian, tantangan operasional tetap ada. Combined ratio tercatat 107 persen, sedangkan rasio klaim mencapai 81 persen. Namun, RBC tetap di atas 100 persen, menunjukkan bahwa investasi perusahaan masih mampu memenuhi kewajiban teknis. Di sisi lain, industri asuransi umum mencatatkan laba setelah pajak sebesar 16 triliun rupiah, didorong oleh pertumbuhan pendapatan underwriting dan hasil investasi. Kesehatan finansial di sektor ini juga diperkuat oleh rasio RBC yang mencapai 387 persen.
Kinerja Positif dalam Sektor Asuransi Umum
Kinerja operasional industri asuransi umum tergolong baik, dengan combined ratio sebesar 71 persen, menunjukkan bahwa beban klaim dan operasional jauh di bawah pendapatan premi. Namun, rasio klaim menunjukkan tren peningkatan, mencapai 45 persen pada akhir 2025, terutama disebabkan oleh lini bisnis asuransi kredit. Di sisi lain, RBC juga tetap di atas 100 persen.
Penghargaan bagi Pelaku Terbaik di Industri Asuransi
Dalam kondisi yang dinamis ini, Media Asuransi mengidentifikasi sejumlah perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi—baik konvensional maupun syariah—yang menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan pesaing mereka.
Peran Strategis Chief Financial Officer
“Di balik pencapaian perusahaan yang baik, peranan manajemen, termasuk Chief Financial Officer (CFO), sangatlah penting. CFO berfungsi strategis dalam menjaga kesehatan finansial perusahaan dan memastikan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan serta perubahan dalam industri,” jelas Edi.
Kepentingan Strategi Bisnis yang Berkelanjutan
Oleh karena itu, peran CFO kini semakin vital, tidak hanya dalam manajemen keuangan, tetapi juga dalam memastikan bahwa strategi bisnis dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di tengah perubahan yang cepat dalam lingkungan industri dan teknologi digital.
Penyelenggaraan CFO Award 2026
Selain penghargaan Top Digital Financial, Media Asuransi untuk pertama kalinya menyelenggarakan CFO Award 2026 dalam satu rangkaian acara. Sebanyak 31 CFO dari berbagai perusahaan asuransi menerima penghargaan ini sebagai pengakuan atas keahlian mereka dalam mengelola keuangan perusahaan. Dalam laporan Insurance Quarterly Report Kuartal IV/2025 yang diterbitkan oleh IFG Progress, industri asuransi jiwa dan umum tahun lalu masih menunjukkan kinerja keuangan yang positif.
Adaptasi dan Inovasi di Era Digital
Dalam kesempatan yang sama, Axl Nakata, anggota Dewan Juri untuk penghargaan Top Digital Financial Awards 2026, menyatakan bahwa penghargaan ini memiliki arti yang signifikan di masa kini. “Sejalan dengan perubahan di dunia digital dan tantangan perekonomian global yang tidak menentu, penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi industri keuangan untuk terus beradaptasi dan berinovasi, menyediakan solusi dan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,” terangnya.
Metodologi Penilaian Penghargaan
Tim peneliti LRMA bekerja sama dengan Pinnacle Analytics Indonesia melakukan riset dengan pendekatan yang komprehensif. Penilaian ini bersumber dari survei pengguna berbasis web (CAWI) yang melibatkan lebih dari 1.000 responden di seluruh Indonesia, sehingga hasilnya mencerminkan pengalaman nyata nasabah dalam menggunakan layanan keuangan digital mereka sehari-hari.
Dengan perkembangan yang pesat dalam sektor keuangan, penghargaan seperti Top Digital Financial dan CFO Award 2026 menjadi sangat penting. Penghargaan ini tidak hanya memberikan pengakuan kepada para pelaku industri, tetapi juga menjadi pendorong bagi semua pihak untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan, demi menciptakan ekosistem keuangan yang lebih baik di masa depan.
➡️ Baca Juga: Kebijakan Work From Home ASN Cimahi Meningkatkan Produktivitas Tanpa Bolos Kerja
➡️ Baca Juga: Polres Majalengka Siapkan Apel Siaga untuk Sinergi Cegah Karhutla – Video




