Indonesia: 40 Juta PC Terkena Serangan Siber Lokal, Perlukah Strategi Keamanan Baru?

Sebuah data mengejutkan baru-baru ini dirilis oleh Kaspersky, sebuah entitas global yang bergerak di bidang konsultasi dan penyediaan solusi keamanan siber. Menurut laporan mereka, sepanjang tahun 2025, sebanyak hampir 40 juta perangkat komputer pribadi di Indonesia menjadi korban serangan siber lokal. Angka ini mengalami kenaikan yang signifikan, lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan data tahun sebelumnya.

Jumlah serangan ini setara dengan lebih dari 108.000 insiden per hari, dengan sumber utama berasal dari perangkat aksesori PC yang dapat di lepas pasang. Fakta ini menjadikan Indonesia berada di peringkat ke-71 secara global dalam hal serangan siber.

Berdasarkan data yang disajikan oleh Kaspersky, komputer pribadi di Indonesia paling sering menjadi sasaran serangan malware yang menyebar melalui perangkat USB, CD dan DVD, serta metode offline lainnya.

Diperkirakan peningkatan serangan ini disebabkan oleh kebijakan Pemerintah Indonesia serta perusahaan yang menerapkan sistem kerja yang lebih fleksibel dan kerja dari rumah.

Sebagai komentar terhadap situasi ini, Defi Nofitra, Country Manager untuk Indonesia di Kaspersky, mengatakan bahwa meskipun bekerja dari rumah memberikan banyak keuntungan dan kenyamanan, namun juga memperbesar risiko serangan siber terhadap individu dan bisnis.

Oleh karena itu, menurutnya, sangat penting untuk memperhatikan aspek keamanan siber, baik di rumah maupun pada perangkat komputer pribadi yang digunakan.

Ia juga menambahkan bahwa laptop dan smartphone yang digunakan di luar area perusahaan perlu mendapatkan perlindungan yang sama seperti yang ada di balik firewall dan solusi proteksi jaringan di kantor.

Perusahaan juga perlu mengedukasi karyawan tentang pentingnya melindungi perangkat mereka dengan kata sandi untuk mencegah akses oleh pihak ketiga ke file-file sensitif.

Defi juga menekankan bahwa dengan penyebaran tenaga kerja dan bekerja dari jarak jauh, staf harus lebih waspada terhadap ancaman keamanan siber, bahkan di luar lingkungan kantor, untuk memastikan mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman, termasuk selama bulan Ramadan.

Merasa bertepatan dengan bulan Ramadan 2026, beberapa perusahaan dan pemerintah menerapkan kebijakan fleksibel dan bekerja dari rumah agar karyawan dapat bekerja dengan lebih fleksibel.

Namun, hal ini juga berpotensi membuka kerentanan tertentu jika perangkat kerja yang sering digunakan saat bepergian atau di rumah tidak dilindungi dengan kebersihan siber yang tepat.

Sebagai respons terhadap situasi ini, Kaspersky memberikan beberapa saran untuk melindungi perangkat komputer karyawan dari serangan lokal, termasuk bagi mereka yang bekerja secara fleksibel dan bekerja dari rumah selama bulan Ramadan 2026 ini.

Pertama, selalu lakukan pembaruan perangkat lunak di semua perangkat untuk mencegah penyerang mengeksploitasi kerentanan dan menyusup ke jaringan organisasi.

Kedua, lakukan backup data secara rutin.

➡️ Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Kepala Daerah Siaga Selama Idul Fitri 1447 H untuk Pelayanan Publik

➡️ Baca Juga: Satgas PRR Pascabencana Sumatera Laporan 1.872 KK Masih Tinggal di Tenda Pengungsian

Exit mobile version