Golkar Sarankan Menkeu Purbaya Mitigasi Dampak Ekonomi Global dari Gejolak Timur Tengah

Partai Golkar telah memberikan saran penting kepada Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, terkait mitigasi dampak ekonomi global yang ditimbulkan oleh konflik geopolitik di Timur Tengah. Konflik ini melibatkan negara-negara besar seperti Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Saran ini diberikan setelah Menkeu Purbaya membuat pernyataan tentang potensi efisiensi anggaran yang terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saran Prioritas Mitigasi Dampak Geopolitik
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menekankan bahwa dalam situasi global yang semakin genting, Menkeu Purbaya perlu memfokuskan diri pada mitigasi dampak ekonomi akibat konflik Iran-AS. Sarmuji menyampaikan pandangannya ini di Senayan, Jakarta, pada malam hari Selasa (10/3/2026).
Sarmuji berpendapat bahwa konflik tersebut berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang cukup signifikan, termasuk kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan penguatan nilai tukar dolar AS. Menurutnya, dampak tersebut bisa sangat berpengaruh pada APBN.
Untuk itu, Sarmuji menegaskan pentingnya fokus pada mitigasi agar dampak yang ditimbulkan tidak berujung pada kenaikan harga BBM bersubsidi. “Saya belum mendengar Pak Purbaya membicarakan hal penting ini. Dampaknya akan sangat signifikan dan bisa berpengaruh pada BBM bersubsidi,” ujarnya.
Sarmuji berpendapat, jika subsidi BBM membengkak dengan kuota yang ada, pilihan yang tersedia akan terbatas. Oleh karena itu, ia mendorong Menkeu Purbaya untuk lebih fokus pada tugas utama Kementerian Keuangan.
Menkeu Purbaya dan Efisiensi Program MBG
Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa telah memaparkan anggaran APBN 2026 untuk program MBG sebesar Rp 335 triliun. Ia membuka peluang untuk melakukan efisiensi pada komponen anggaran MBG yang dianggap tidak produktif, terutama jika tekanan terhadap APBN meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia.
Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario kenaikan harga minyak, termasuk jika harga minyak dunia mencapai sekitar 92 dollar AS per barel sepanjang tahun. Namun, ia menegaskan bahwa efisiensi akan dilakukan pada bagian yang tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
Ia mencontohkan beberapa pengeluaran pendukung yang berpotensi dievaluasi, seperti pembelian perlengkapan atau fasilitas tambahan yang tidak berhubungan langsung dengan penyediaan makanan dalam program tersebut.
Di lain kesempatan, Purbaya kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memangkas anggaran program MBG, melainkan akan mencoret belanja yang tidak produktif. “MBG tidak akan dipotong kecuali yang tidak produktif. Kita lihat saja. Kalau dia mengajukan beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret. (Kebutuhan) yang tidak perlu, yang tidak berhubungan dengan makanan,” ujar Purbaya usai sidak di Pasar Tanah Abang pada Senin (9/3/2026).
Dengan demikian, Purbaya memastikan pemerintah akan tetap menjalankan program MBG secara efektif dan efisien.
Pernyataan tentang saran dari Partai Golkar ini disampaikan melalui pernyataan Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji pada Selasa (10/3/2026) malam, menanggapi pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang dirilis sebelumnya.
➡️ Baca Juga: Berita Terbaru: Heeseung Tinggalkan ENHYPEN, Ini Faktanya!
➡️ Baca Juga: Hello world!




