Pertamina Jatimbalinus Tingkatkan Koordinasi untuk Menjamin Pasokan BBM di Kefamenanu

Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami masalah terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM). Antrean kendaraan yang panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menimbulkan kekhawatiran akan kelancaran distribusi BBM. Menyikapi situasi ini, PT Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengambil langkah proaktif dengan meningkatkan koordinasi bersama berbagai pihak untuk menjamin pasokan BBM yang stabil dan terjamin di wilayah tersebut.
Koordinasi Intensif untuk Menjaga Ketersediaan BBM
Dalam upaya untuk mengatasi masalah pasokan BBM di Kefamenanu, Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa intensifikasi koordinasi dilakukan. Hal ini menyusul terjadinya antrean kendaraan yang signifikan di tiga SPBU pada tanggal 8 Oktober 2023. Dengan situasi ini, Pertamina berkomitmen untuk memastikan ketersediaan energi yang diperlukan masyarakat.
Faktor Penyebab Antrean di SPBU
Antrean yang terjadi di SPBU tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya permintaan BBM. Ahad Rahedi mengungkapkan bahwa beberapa penyebab utama antara lain:
- Konsumsi Pertalite yang meningkat.
- Pembelian secara bersamaan pada jam-jam tertentu.
- Peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Peningkatan permintaan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pertamina dalam menjaga pasokan BBM agar tetap lancar dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Strategi Suplai untuk Memenuhi Kebutuhan Wilayah TTU
Untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah TTU, Pertamina telah mengoptimalkan skema suplai alternatif melalui Integrated Terminal (IT) Tenau. Dengan pendekatan ini, diharapkan pasokan BBM ke Kefamenanu dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. Selain itu, Pertamina juga meningkatkan koordinasi dengan Fuel Terminal Atapupu untuk memastikan kelancaran distribusi energi di daerah tersebut.
Optimalisasi Pengiriman Melalui Skema Reguler Alternatif Emergency (RAE)
Pertamina berencana untuk mengoptimalkan pengiriman BBM dengan menggunakan skema Reguler Alternatif Emergency (RAE). Kapal MT Geraldine dijadwalkan tiba pada tanggal 10 Oktober 2023, yang diharapkan dapat meningkatkan pasokan BBM ke wilayah Kefamenanu. Dengan adanya kapal ini, Pertamina berharap pengiriman dapat dilakukan secara lebih teratur dan terencana.
Kolaborasi dengan Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum
Selain berfokus pada pasokan, Pertamina juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten TTU dan aparat penegak hukum. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan dan menertibkan praktik penjualan serta pelangsiran BBM yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan langkah ini, diharapkan praktik penyalahgunaan pasokan BBM dapat diminimalisir.
Pentingnya Tertib dalam Pelayanan SPBU
Pertamina mengimbau kepada seluruh pengelola SPBU agar dapat memberikan pelayanan yang tertib dan profesional. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Melayani konsumen dengan adil dan tidak diskriminatif.
- Menolak pembelian berulang yang mencurigakan sebagai praktik pelangsiran.
- Memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, diharapkan pelayanan di SPBU dapat berlangsung dengan baik dan meminimalisir antrean yang berlarut-larut.
Pesan kepada Masyarakat
Pertamina juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi terkait pasokan BBM. Pembelian berlebihan justru dapat menambah antrean dan mengganggu kelancaran pelayanan bagi konsumen lainnya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk bijak dalam melakukan pembelian BBM dan mengikuti arahan yang diberikan oleh Pertamina.
Kesimpulan
Melalui langkah-langkah yang diambil oleh Pertamina, diharapkan pasokan BBM di Kefamenanu dapat terjaga dengan baik. Koordinasi yang intensif dan kerja sama dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Dengan demikian, kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan yang berarti.
➡️ Baca Juga: PBSI Resmi Masukkan 8 Atlet Baru ke Pelatnas 2026, Ini Alasan Utamanya
➡️ Baca Juga: One UI 9 Memungkinkan Penghapusan SwiftKey, Tidak Tersedia di Fold8




