Pelatihan Guru dan Kepala Sekolah Akan Diselenggarakan Secara Daring Kembali

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat kini menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Termasuk dalam hal pelatihan guru dan kepala sekolah. Program pelatihan yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka, kini beralih menjadi daring atau online. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pun berencana untuk kembali menyelenggarakan pelatihan guru dan kepala sekolah secara daring, sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi.
Pelatihan Guru dan Kepala Sekolah Daring
Menurut Abdul Mu’ti, Mendikdasmen, pelatihan guru dan kepala sekolah akan dikembangkan dengan metode in-house dan tidak lagi secara online. Pelatihan ini dapat dijalankan di tingkat kecamatan, dengan durasi bisa mencapai 10 hari. “Semua pelatihan itu kita kembangkan dengan in-house tidak lagi online termasuk pelatihan kepala sekolah,” ungkap Mu’ti.
Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk peningkatan kompetensi para guru dan kepala sekolah, tetapi juga pembentukan karakter. Dengan mengimplementasikan tujuh kebiasaan, seperti bangun pagi dan ibadah, diharapkan dapat membentuk karakter yang baik bagi para peserta pelatihan.
Dua Program Lama Kembali Diaktifkan
Kemendikdasmen berencana untuk mengaktifkan kembali dua program lama, yaitu program Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan program Kelompok Kerja Guru (KKG). Program ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi guru, termasuk dalam memanfaatkan jaringan yang ada. “Kami harapkan semuanya dapat memaksimalkan potensi-potensi dan jaringan yang ada, termasuk mengaktifkan kembali program-program MGMP, program KKG,” tutur Mu’ti.
MGMP dan KKG: Program Pelatihan Guru
Bagi yang belum familiar, MGMP adalah wadah kegiatan profesional bagi guru yang mengajar mata pelajaran yang sama pada jenjang SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK, biasanya berada pada tingkat kabupaten/kota. Sedangkan KKG adalah wadah kegiatan profesional bagi guru SD/MI/SDLB yang biasanya berada pada tingkat kecamatan atau gugus sekolah. KKG menjadi tempat guru berkumpul untuk berdiskusi, belajar bersama, serta meningkatkan kompetensi mengajar.
Tujuan MGMP dan KKG
Tujuan utama dari program KKG dan MGMP adalah:
- Menguatkan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran
- Membantu guru mengatasi kendala dalam penerapan kurikulum
- Menjadi media berbagi pengetahuan dan pengalaman antar guru
- Mendukung pelaksanaan kebijakan pendidikan, khususnya implementasi kurikulum
Fungsi dan Manfaat KKG dan MGMP
Program KKG dan MGMP memiliki banyak fungsi dan manfaat, antara lain:
- Menyediakan solusi terhadap masalah pembelajaran dan penilaian
- Meningkatkan kemampuan guru terkait kurikulum dan metode mengajar
- Menjadi sarana pertukaran informasi dan inovasi pembelajaran
- Mendorong kolaborasi serta budaya berbagi antar guru
- Meningkatkan produktivitas guru, termasuk dalam membuat karya ilmiah
- Mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa
- Mengembangkan profesionalisme dan kompetensi pedagogik guru
Peserta MGMP dan KKG
Peserta KKG biasanya adalah guru SD/MI/SDLB dalam satu gugus atau wilayah kecamatan. Sedangkan MGMP biasanya diikuti oleh guru mata pelajaran yang sama pada jenjang SMP, SMA, dan SMK dalam satu kabupaten/kota.
Demikianlah penjelasan mengenai rencana Kemendikdasmen dalam pelaksanaan pelatihan guru dan kepala sekolah secara daring. Semoga dengan adanya program ini, kualitas pendidikan di Indonesia dapat terus meningkat.
➡️ Baca Juga: Golkar Sarankan Menkeu Purbaya Mitigasi Dampak Ekonomi Global dari Gejolak Timur Tengah
➡️ Baca Juga: Kepala Daerah Wajib Pimpin Penanganan Arus Mudik dan Lebaran 2026: Penegasan Mendagri Tito Karnavian




