Sleman Terapkan Inovasi Teknologi untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan secara Efektif

Peningkatan ketahanan pangan menjadi salah satu isu krusial di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Salah satu daerah yang menunjukkan komitmen tinggi dalam memperkuat ketahanan pangan adalah Kabupaten Sleman, yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan memanfaatkan inovasi teknologi pertanian serta kearifan lokal, Sleman berupaya menciptakan sistem pangan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada produksi pangan, tetapi juga pada perlindungan dan pemberdayaan petani, sehingga ketahanan pangan bisa terjaga dengan baik.
Inovasi dan Komitmen Sleman dalam Ketahanan Pangan
Pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026, yang bertema “Innovate Today. Nourish Tomorrow,” Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Sleman, Rofiq Andriyanto, menegaskan pentingnya mengintegrasikan teknologi modern dengan kearifan lokal. Tema HPS tahun ini menggarisbawahi perlunya tindakan nyata dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk menciptakan sistem pertanian yang tidak hanya efisien, tetapi juga inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Peningkatan Produksi Pangan yang Signifikan
Rofiq menyampaikan bahwa keberhasilan Kabupaten Sleman dalam menjaga pasokan pangan terwujud melalui peningkatan produksi beras. Data menunjukkan bahwa produksi beras meningkat dari 60.200,79 ton pada tahun 2024 menjadi sekitar 63.786 ton pada tahun 2025. Selain itu, Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kabupaten Sleman juga menunjukkan hasil yang menggembirakan, mencapai 85,50 pada tahun 2025.
Hasil ini menempatkan Sleman sebagai daerah dengan ketahanan pangan terbaik di Pulau Jawa dan peringkat ke-7 secara nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan pangan di daerah tersebut stabil, serta akses fisik dan ekonomi masyarakat terjaga dengan baik, di samping pola konsumsi yang semakin beragam dan aman.
Program Modernisasi Pertanian: Advanced Agriculture System
Salah satu langkah modernisasi yang diterapkan oleh pemerintah Kabupaten Sleman adalah melalui program Advanced Agriculture System (PM-AAS). Program ini dijalankan di Kapanewon Seyegan, yang dijadikan sebagai kawasan percontohan untuk pertanian presisi. Metode ini telah terbukti efektif, mampu meningkatkan populasi tanaman serta produktivitas hingga lebih dari 9 ton gabah kering panen per hektare.
Data sebagai Basis Pengambilan Keputusan
Untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis data, Sleman juga telah menyusun Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA). Peta ini penting untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko kerentanan pangan di setiap kapanewon, sehingga langkah-langkah yang diambil dapat lebih tepat sasaran.
Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Pemerintah Kabupaten Sleman tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap perlindungan petani. Implementasi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2025 yang mengatur Perlindungan dan Pemberdayaan Petani menjadi salah satu langkah strategis. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan asuransi pertanian yang dianggarkan dalam APBD 2026 dengan nilai premi sebesar Rp1,8 juta per hektare untuk mengantisipasi risiko gagal panen.
Penguatan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) juga menjadi fokus, dengan harapan dapat menjaga lahan pertanian dari alih fungsi yang tidak produktif. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para petani serta mendorong mereka untuk terus berproduksi.
Regenerasi Petani Milenial dan Adopsi Teknologi
Dalam upaya untuk mendorong regenerasi dalam sektor pertanian, Pemkab Sleman juga telah mengukuhkan pengurus Petani Milenial untuk periode 2026–2029. Hal ini bertujuan untuk mempercepat adopsi teknologi digital di sektor agribisnis. Dengan melibatkan generasi muda dalam pertanian, diharapkan inovasi dan kemajuan teknologi dapat diterima dan diterapkan secara luas.
Puncak Peringatan dan Agenda Hari Pangan Sedunia
Puncak peringatan Hari Pangan Sedunia di Kabupaten Sleman akan berlangsung di Halaman Kantor DPPP Sleman pada Rabu, 21 Oktober 2026. Acara ini diharapkan dapat dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga pelaku usaha tani. Agenda acara akan sangat beragam, termasuk talk show interaktif mengenai diversifikasi pangan lokal.
- Lomba Kelompencapir antar-kapanewon
- Peluncuran Aplikasi Informasi Potensi Pertanian dan Perikanan
- Penyerahan bantuan alat mesin pertanian
- Apresiasi bagi petani berprestasi
- Pameran stan pangan murah dan UMKM hortikultura
Komitmen Bersama untuk Sistem Pangan yang Sehat
Pemerintah Kabupaten Sleman berharap momentum peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 ini dapat meningkatkan komitmen dan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan tercipta sistem pangan yang sehat, bergizi, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan peran serta masyarakat dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Avenzel Hotel Cibubur Hadirkan Paket Staycation dan Aktivitas Paskah untuk Anak 2026
➡️ Baca Juga: Erick Thohir: Emas Bulu Tangkis Menegaskan Posisi Indonesia di Tingkat Asia




