90 Persen Sampah Daratan Berisiko Cemari Laut, Pakar Unhas Peringatkan Bahaya Mikroplastik

Pernahkah Anda membayangkan dampak dari sampah daratan terhadap lautan kita? Menurut Prof. Dr. Shinta Werorilangi, seorang ahli mikroplastik dari Universitas Hasanuddin, sekitar 90 persen sampah yang berasal dari kegiatan di daratan berisiko mencemari lautan dan berpotensi menjadi mikroplastik. Masalah ini semakin mendesak untuk diperhatikan, mengingat pengaruhnya yang tidak hanya terbatas pada lingkungan, namun juga kesehatan manusia.
Sumber Sampah Daratan dan Rantainya ke Laut
Pakar Unhas ini menjelaskan bahwa sampah daratan, terutama yang berasal dari kegiatan rumah tangga, dapat dengan mudah teralirkan ke lingkungan sekitar. Saluran air seperti kanal, drainase, dan sungai menjadi jalur utama bagi sampah ini untuk mencapai laut. “Sampah-sampah ini bisa bocor ke lingkungan melalui berbagai saluran air sebelum akhirnya bermuara ke lautan,” ungkap Shinta di Makassar.
Ketika kita berbicara tentang mikroplastik, penting untuk memahami dari mana asalnya. Sampah plastik berukuran besar atau makroplastik yang tidak dikelola dengan baik dapat mengalami pelapukan dan menghancurkan diri menjadi partikel-partikel kecil yang berbahaya. Proses ini tidak terjadi dalam semalam, tetapi sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Proses Pelapukan Sampah Plastik
Menurut Shinta, semua jenis plastik memiliki potensi untuk menjadi mikroplastik, tergantung pada lama waktu mereka berada di lingkungan serta jenis plastik yang digunakan. “Di dalam perairan, proses ini bisa berlangsung lebih cepat,” jelasnya.
- Pergerakan air yang konstan
- Paparan cuaca yang ekstrem
- Perubahan suhu yang signifikan
- Kondisi lingkungan yang beragam
- Jenis material plastik itu sendiri
Plastik yang terbuat dari material yang lebih tipis biasanya lebih rentan untuk mengalami pelapukan dibandingkan dengan plastik yang lebih tebal. Dengan demikian, sampah plastik yang dibiarkan terlalu lama di lingkungan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk terfragmentasi menjadi mikroplastik.
Pentingnya Pemilahan Sampah
Shinta menekankan bahwa pemilahan sampah sejak dari sumbernya adalah langkah krusial. Memisahkan antara sampah organik dan anorganik tidak hanya memudahkan proses pengolahan dan daur ulang, tetapi juga membantu menjaga nilai ekonomis dari material yang masih dapat dimanfaatkan.
Ketika sampah tercampur dan menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), masalah akan semakin rumit. Proses pemilahan menjadi semakin sulit dilakukan, dan nilai ekonomis dari sampah tersebut dapat menurun. “Pemilahan yang baik memungkinkan kita untuk memisahkan antara sampah kering dan basah, serta antara sampah organik dan anorganik,” tambahnya.
Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat
Selain itu, Shinta juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan sumber daya manusia dalam pengelolaan sampah. Mereka yang terlibat harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang proses pemilahan, pengolahan, dan daur ulang. Edukasi masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini.
Dampak Mikroplastik pada Ekosistem dan Kesehatan Manusia
Ancaman mikroplastik tidak hanya mempengaruhi ekosistem laut, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia. Partikel-partikel kecil ini dapat tertelan oleh biota laut, seperti ikan, udang, dan kepiting, dan jika kita mengonsumsi hasil laut tersebut, mikroplastik dapat masuk ke dalam rantai makanan kita.
Oleh karena itu, langkah-langkah untuk mencegah mikroplastik harus dimulai dari daratan. Mengurangi sampah plastik, melakukan pemilahan sejak dari sumber, serta mengedepankan pengolahan dan daur ulang adalah langkah-langkah penting untuk mengurangi pencemaran di lautan.
Strategi Mengurangi Sampah Daratan
Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak sampah daratan terhadap laut:
- Melakukan edukasi tentang pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
- Mendorong penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan yang dapat terurai.
- Mengimplementasikan program daur ulang yang efisien.
- Menjalin kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk pengelolaan sampah yang lebih baik.
- Melakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, kita dapat bersama-sama mengurangi risiko pencemaran laut akibat sampah daratan. Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, serta melindungi ekosistem laut dari ancaman mikroplastik.
Kesimpulan: Tindakan Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Mengurangi sampah daratan yang berisiko mencemari lautan bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan kolaborasi yang baik antara individu, masyarakat, dan pemerintah, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Mari kita semua berkomitmen untuk mengelola sampah dengan bijak, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
➡️ Baca Juga: Bulog Natuna Kerjasama dengan Aparat Kecamatan untuk Penyaluran Bantuan Pangan
➡️ Baca Juga: G20 Menetapkan Kerangka Kerja untuk Tata Kelola Teknologi Baru secara Global



